Yuk, Ungkap Sejarah Serta Yang Lainnya Dari Bendera Indonesia

16 0

Gays, apabila anda yang berdomisili di Indonesia, sudah pasti tau banyak hal mengenai Indonesia. Mungkin yang terlintas di benak anda adalah Indonesia yang kaya akan beragam suku dan juga budaya. Walaupun itu benar adanya, pernahkah anda membayangkan mengenai Benderanya Indonesia? Walaupun kita semua tau warna bendera Indonesia adalah Merah Putih, tetapi tidak semuanya tau ada cerita dibaliknya. Penasaran? Yuk baca artikel yang ada di bawah ini. Sebelumnya, kita cari tau dulu apa arti dari Bendera tersebut.

Definisi Bendera

Bendera adalah simbol kebesaran dan kedaulatan wilayah atau negara. Bendera ini juga mencerminkan simbol atau lambang kejayaan dari negara tersebut. Pada tanggal 28 Oktober 1928 untuk pertama kalinya bendera Merah Putih dikibarkan sebagai bendera nasional di Kongres Pemuda Indonesia di Jakarta. Sejak itu, bendera nasional merah putih mengangkat harkat dan martabat seluruh kepulauan Indonesia.

Bendera nasional Indonesia diperkenalkan di depan umum pada Agustus 1945 setelah Presiden pertama Indonesia Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari Jepang. Belanda akhirnya menyatakan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1950 3 hari setelah Perang Dunia II. Nama resmi bendera nasional Indonesia adalah Sang Merah-Putih (“merah-putih”). Dikenal sebagai Sang Saka Merah-Putih.

Sejarah

Ada beberapa alasan mengapa Indonesia menggunakan kombinasi warna merah dan putih.

Dalam sejarah, warna dan nama bendera Indonesia berasal dari Kerajaan Majapahit. Sebenarnya, sebelum Majapahit, kerajaan Kediri memakai panji-panji merah dan putih. Sebelum Indonesia dijajah oleh Belanda dan Jepang selama hampir 3 abad atau di atas 350 tahun, sejarah bendera merah putih mulai masuk pada kerajaan Singosari. Setelah itu, banyak pahlawan menggunakan bendera merah dan putih sebagai simbol untuk memulai perang.

  • Kerajaan Singosari

Sejarah bendera merah putih telah mulai pada kerajaan Singosari. Pada tahun 1292, tentara terus berperang melawan kekuatan Kertanagara Jayakatwang Singosari. Dan bendera Minangkabau yang juga berwarna merah dan putih. Bendera ini adalah salah satu warisan peninggalan Minangkabau kerajaan Melayu di abad ke-14. Merah berarti komandan, sementara putih adalah agama.

  • Kerajaan Bugis

Bendera merah putih juga digunakan sebagai bendera Kerajaan Bugis di Sulawesi Selatan, bendera disebut sebagai Woromporang. Bendera adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bugis.

  • Raja Sisingamangaraja XXII

Sejarah pertama tentang kombinasi warna merah putih adalah tahun 1550, selama raja Singsingamangaraja XII yang memiliki sejarah besar tentang suku Batak.

Kerajaan Sisingamangaraja dimulai pada pertengahan tahun 1500. Sisingamangaraja Lahir pada tahun 1515. Singamangaraja XII adalah raja paling populer dan diangkat sebagai pahlawan nasional sejak 9 November 1961.

Kekuatan tempur yang terjadi dari waktu yang sangat lama karena ajaran-ajaran agama Islam. Batak hanya satu Mahakuasa, Debata Mulajadi Na Bolon atau kata Ompu Mulajadi Nabolon. Yang mirip sebagai dua agama-agama besar dunia seperti Islam dan kristen.

Beberapa sejarah mencatat bahwa Sisingamangaraja XII adalah seorang Muslim dan ia tidak fanatik Islam, sehingga ia tidak mendorong orang-orang mengubah Agama. Meskipun tidak cukup fakta dimana Sisingamangaraja merupakan seorang yang menganut Agama Muslim, tetapi gerak dipengaruhi oleh cerita tentang Islam di Pulau Batak. Oleh karena itu, ketika koloni Belanda dan misionaris mulai menembus Sumatera Utara dari tahun 1850-an dan seterusnya, dia menjadi fokus terhadap perlawana Batak terhadap kekuasaan kolonial Belanda pada saat itu.

Selain itu, bendera Perang selama kepemimpinan Sisingamangaraja XII adalah bendera merah dan putih. Ketika perang di Aceh, pejuang-pejuang Aceh telah menggunakan bendera Perang dalam bentuk spanduk merah dan putih, pada bagian belakang pedang bergambar, bulan, matahari dan bintang serta ayat-ayat Al-Quran.

Hal ini menunjukkan pengaruh Islam pada pedang dengan warna dasar merah dan putih. Dua pedang kembar melambangkan Piso Gaja yang merupakan warisan raja Singamangaraja saya-XII. Sebenarnya, bendera mencirikan fitur Islam dalam pemerintahan Sisingamangaraja.

  • Perang Jawa Pangeran Diponegoro

Selama sejarah kerajaan di Jawa atau sejarah perang kolonial, belum pernah terjadi skala besar sebelumnya. Perang luas yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro menutupi area utama Kerajaan Jogjakarta.

Perang Diponegoro yang terlibat dalam semua lapisan masyarakat saat itu. Hampir setengah dari pengeran istana Jogjakarta. Ia dianggap pemimpin Islam kesalehan berusaha menemukan Kerajaan Islam di Jawa. Motif umum perang Pangeran Diponegoro dengan Belanda terlalu banyak telah mengalami interferensi dalam urusan-urusan politik dan ekonomi di pengadilan Jogjakarta.

Permulaan perang menyebabkan kerugian atau kekalahan besar pada Belanda, karena kurangnya strategi yang efisien dan komitmen dalam memerangi gerilya Diponegoro. Pasukan Pangeran Diponegoro yang berhasil dalam tahap awal Perang, mengambil kendali setengah dari Jawa dan setengah dari Jogjakarta. Pada tahun 1825 hingga 1830, Pangeran Diponegoro memimpin perang Jawa dan menggunakan merah putih melawan Belanda.

  • Pertempuran Surabaya

Selama pertempuran Surabaya, banyak orang tidak mengetahui bahwa Inggris terlibat di Indonesia setelah perang dunia ke-2, apalagi terlibat dalam perjuangan besar. Tepat setelah menyatakan kemerdekaan dari Belanda yang dipimpin oleh Soekarno,  memulangkan tawanan perang dan untuk menjaga ketertiban sampai pemerintah yang sah ditentukan.

Ini kembali dihidupkan oleh siswa dan nasionalis di awal abad ke-20 sebagai ekspresi nasionalisme melawan Belanda. Sekelompok remaja Indonesia naik ke atap Hotel Yamato atau Hotel Majapahit sekitar 1945 dan merobek bagian bawah bendera Belanda yang berwarna bawah biru sebelum Inggris menjajah Surabaya.

Sementara itu, setelah enam bulan, pasukan Belanda menggantikan Inggris dan berjuang selama empat tahun untuk mencoba dan menegaskan kembali kendali mereka. Namun, nasionalis perlawanan dan tekanan dari negara lain akhirnya menang dan Indonesia sukses untuk menjaga kemerdekaan dan akhirnya diakui oleh dunia pada tahun 1949.

  • Penyelamatan bendera nasional

Indonesia menyatakan kemerdekaan pada hari Jumat 17 Agustus 1945 pukul 10 pagi. Setelah Deklarasi Kemerdekaan Indonesia, untuk pertama kalinya secara resmi, bendera nasional merah dan putih dikibarkan oleh dua anak muda yang dipimpin oleh Mr Latif Hendraningrat. Dalam pengibaran bendera tersebut, pada saat itu hujan tmbakan dan juga Bom yang dilakukan oleh penjajah.

Pada tanggal 4 Januari 1946, Belanda menangkap Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dengan membawanya dari Jakarta ke Yogyakarta dengan kereta api. Bendera nasional asli dibawa ke Yogyakarta. Kemudian, ibukota Indonesia berpindah ke Yogyakarta.

Pada tanggal 19 Desember 1948, Belanda memimpin aggresion kedua mereka pada saat Istana Presiden Yogyakarta dikelilingi oleh Belanda. Tn. Husein Mutahar disebut untuk menyelamatkan bendera nasional. Bendera adalah salah satu bagian dari sejarah bendera merah dan putih sebagai identitas negara. Karena Bendera Nasional dapat diselamatkan, Mr Husein Mutahar dipaksa untuk memisahkan bagian merah dan putih.

Di sekitar pertengahan Juni 1948, di pagi hari, Mr Hussein Mutahar menerima pemberitahuan dari Mr Soedjono yang kondisinya masih dalam penjara di Bangka pulau Sumatera. Presiden Soekarno memerintahkan Mr Hussein Mutahar untuk menyerahkan bendera ke Mr Soedjono sehingga bendera dapat diambil dan diberikan kembali  kepada Presiden. Oleh karena itu, bendera yang dipisahkan menjadi dua bagian yangf kemudian kembali dijahit oleh Mr Husein Mutahar sama persis dengan jahitan yang asli. Namun, sekitar 2 cm dari ujung bendera ada sedikit kesalahan menjahit.

  • Bendera merah dan putih di rumah besar Jogjakarta

Pada saat ulang tahun ke-2 dari hari kemerdekaan Indonesia, Presiden Soekarno memimpin upacara peringatan dengan pernyataan tentang kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1946, di halaman Istana Kepresidenan Jogjakarta. Pengibaran bendera dilakukan oleh lima remaja Indonesia, tiga anak perempuan dan dua anak laki-laki. Kemudian, lima remaja mewakili Pancasila dan kelahiran Paskibraka.

Sekitar 28 Desember 1949, Presiden Soekarno kembali ke Jakarta untuk membawa kembali nama ibukota Indonesia ke kota Jakarta. Bendera merah dan putih juga dibawa ke Jakarta. Untuk pertama kalinya hari kemerdekaan Republik Indonesia diadakan di Istana Merdeka menggunakan bendera nasional Indonesia, Sang Saka Merah Putih yang disambut oleh seluruh bangsa Indonesia.

Bendera di Jahit oleh Fatmawati

Fatmawati Lahir pada 5 Februari 1923 di Bengkulu, Sumatera. Sebagai wanita Indonesia yang pertama, dia adalah istri ketiga dari Soekarno dan ibu dari Presiden wanita pertama di Indonesia, Megawati Sukarnoputri. Fatmawati tewas dikarenakan serangan jantung pada tanggal 14 April 1980 di Kuala Lumpur, Malaysia. Dialah wanita pertama yang menjahit Bendera Merah Putih untuk Indonesia.

Bendera merah putih asli dijahit oleh Ibu Fatmawati pada tahun 1944 dengan 276 cm x 200 cm. Bendera terbuat dari bahan katun Jepang, tetapi ada juga benang wol dari London yang khusus untuk membuat bendera. Bendera yang ada di seluruh dunia juga menggunakan benang wol karena dikenal sangat tahan lama.

Sekitar tahun 1946 hingga 1968, bendera hanya digunakan selama upacara hari kemerdekaan setiap tahun di depan Istana Presiden. Sekarang, bendera tersebut disimpan di Istana Merdeka.

Nama dan warna

Nama Sang Merah Putih atau Sang Saka Merah Putih dibalik itu memiliki makna sendiri. Bendera sudah ada sekitar abad ke-13 ketika Kerajaan Majapahit memerintah Indonesia. Namun, kombinasi untuk warna merah dan putih dapat ditelusuri dari asal mitologi Austronesia yang keduanya melambangkan dimana warna merah (bumi) dan putih adalah (langit).

Pada tahun 1945, Indonesia menyatakan hari kemerdekaannya dimana kehadiran bendera merah putih yang dicekal olah penjajah Belanda yang pada saat itu ingin menguasai Indonesia. Ini memiliki begitu banyak pendapat mengenai arti dari bendera Indonesia merah dan putih. Dalam kesederhanaannya, dua berwarna menggambarkan sejarah negara dan kepenuhan hidup dalam budaya.

Bendera ini terdiri dari dua warna yang secara horizontal dengan membagi 2 warna dimana yang setengahnya bagian atas berwarna merah dan bagian bawahnya berwarna putih. Garis atau warna merah mewakili tubuh sementara warna putih mewakili jiwa.

Garis merah juga melambangkan darah manusia dan putih mewakili tulang manusia. Warna Merah juga dikenal sebagai keberanian karena pertumpahan darah selama perang kemerdekaan dan warna putih sebagai kemurnian jiwa yang mewakili semangat Indonesia. Kombinasi yang membuat bendera Indonesia serupa sebagai bendera Monaco dan Polandia.

Secara tradisional, bahkan sejak lama yang lalu, hampir semua orang Indonesia telah menggunakan warna merah dan putih sebagai warna suci dimana warna merah yang mewakili gula aren dan warna putih mewakili beras yang kedua komponen umum dari masakan harian Indonesia.

Ketika salah satu suku kemudian menjadi begitu kuat di Kepulauan disebut Kerajaan Majapahit di Jawa, mereka tidak melupakan tradisi ini. Mereka menggunakan warna merah putih sebagai bendera nasional mereka. Bahkan sampai sekarang orang Indonesia masih menggunakan bendera merah putih sebagai bendera nasional.

Peraturan pengibaran bendera nasional

Menurut Konstitusi Indonesia, Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah No.40/1958. Dan dalam bab VII paragraf III, “bendera nasional indonseia selalu berkibar hingga pada 31 Agustus untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 di setiap rumah, bangunan, bahkan dalam transportasi harus memiliki bendera nasional.

Sementara itu, selain dari hari kemerdekaan, pengibaran bendera nasional juga harus menjadi pegangan di beberapa tempat, termasuk lembaga pendidikan dan beberapa tempat lainnya seperti yang telah dituliskan dalam bab IX.

  • Istana Presiden dan Istana Wakil Presiden
  • Lembaga negara
  • Lembaga pemerintah
  • Institusi lokal
  • Institusi perwakilan rakyat daerah
  • Lembaga pendidikan
  • Kediaman resmi Presiden dan Wakil Presiden
  • Kediaman resmi pemerintah
  • Kediaman resmi non-pemerintah
  • Kediaman resmi Walikota
  • Pulau-pulau luar Indonesia
  • Residence tentara Nasional Indonesia
  • Pemakaman Pahlawan

Menurut bab VII, no.24/2009 peraturan pemerintah Indonesia, tentang bendera menjelaskan bahwa:

  • Kenaikan bendera dapat dilakukan pada waktu antara matahari terbit dan terbenam dalam kondisi tertentu, bendera dapat diturunkan pada malam hari.
  • Pengibaran atau pemasangan Bendera nasional harus dilakukan pada hari kemerdekaan setiap 17 Agustus di setiap rumah, perkantoran, lembaga pendidikan, transportasi umum, di seluruh wilayah negara Republik Indonesia.
  • Pemerintah menyediakan bendera nasional untuk warga negara Indonesia yang tidak mampu.
    Selain pemasangan Bendera di setiap 17 Agustus, pengibaran bendera nasional juga dapat dilakukan pada hari-hari besar atau peringatan nasional.

Ada juga peraturan bentuk bendera nasional. Menurut Bab IV dalam Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 2009, bentuk bendera nasional harus:

Bendera nasional terdiri dari warna merah dan putih dengan bentuk persegi panjang. Yang mengandung 2/3 (dua pertiga) lebar panjang dan atas bawah dimana bendera tersebut memiliki ukuran yang sama. Bendera merah putih dibuat oleh kain warna yang tidak memudar.

Bendera nasional merah putih dibuat dengan bentuk seperti yang ada di bawah ini

  • 200 cm x 300 cm untuk pengibaran di Istana Presiden
  • 120 cm x 180 cm untuk pengibaran umum
  • 36 cm x 54 cm untuk mobil president
  • 30 cm x 45 cm di mobil pemerintah
  • 20 cm x 30 cm untuk transportasi umum
  • 100 cm x 150 cm untuk kapal
  • 100 cm x 150 cm untuk kereta
  • 30 cm x 45 cm untuk pesawat

Ukuran tiang bendera untuk mengangkat bendera nasional:

  • Ukuran tiang bendera ditentukan maksimum 17 m, setidaknya 10 m (5.6 kali panjang bendera).
  • Ukuran tiang bendera dalam kamar ditentukan 2 m tinggi, dengan standar yang tinggi dari 45 cm, diameter lingkaran 30 cm dan diameter lingkaran bawah 50 cm.
  • Atas dan bawah lingkaran terhubung dengan potongan kaki 4 standar.
  • Di ujung tiang bendera ditambahkan Prisma dengan tinggi 5 cm yang membentuk ujung tombak.

Ada beberapa sikap yang harus dilakukan pada bendera nasional menurut bab XV, Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 2009, seperti:

  • Ketika menaikkan atau penurunan bendera nasional, semua orang yang hadir memberi hormat dan berdiri tegak serta khidmat.
  • Bagi mereka yang mengenakan seragam organisasi, mereka harus memberi hormat dengan cara yang ditentukan oleh organisasi.
  • Bagi mereka yang memberi hormat kepada bendera nasional dengan meluruskan tangan ke bawah dan melampirkan telapak tangan dengan jari-jari yang bertemu pada paha. Semua jenis tutup kepala harus dibuka kecuali topi, ikat kepala dan atau kustom tradisional.
  • Pengibaran bendera nasional dapat disertai oleh lagu Nasional seperti lahu kebangsaan Indonesia Raya.

Pengibaran bendera pada hari yang khusus

  • 2 Mei: Hari pendidikan nasional.
  • 20 Mei: Hari Kebangkitan nasional.
  • 17 Agustus: Hari kemerdekaan Indonesia.
  • 1 Oktober: Hari lahirnya Pancasila.
  • 28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda.
  • 10 November: Hari pahlawan.
Pengibaran bendera nasional juga dapat disertai sebagai tanda belasungkawa pada beberapa hari sebagai berikut:
  • 26 Desember, sebagai rasa hormat gempa bumi Samudra Hindia yang terjadi pada tahun 2004 dan tsunami di Aceh, Sumatera.
  • Tiga hari setelah kematian Presiden atau mantan Presiden, Wakil Presiden atau mantan wakil presiden, anggota kabinet, pembicara rakyat Dewan Perwakilan dan kepala pemerintahan.
  • Hari belasungkawa lain yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Penempatan bendera nasional menurut bab XXI, peraturan pemerintah nomor 24 tahun 2009 adalah:

  • Jika ada satu organisasi, bendera nasional ditempatkan di sebelah kanan.
  • Jika ada dua atau lebih bendera organisasi, bendera merah putih ditempatkan di depan bendera organisasi.
  • Bendera nasional yang digunakan sebagai lencana ditempatkan pada pakaian di dada kiri.

Pengibaran bendera nasional

Ada beberapa langkah ketika Anda ingin mengibarkan bendera nasional Indonesia.

  • Bendera nasional berkibar pada tiang-tiang yang besar yang seimbang dengan ukuran bendera nasional.
  • Pengibaran Bendera nasional pada tali terikat ke samping di bendera.
  • Bendera nasional dinaikkan atau diturunkan pada tiang perlahan-lahan dan tidak menyentuh tanah.
  • Pengibaran Bendera setengah tiang dilakukan dan berhenti persis setengah tiang.
  • Bendera setengah tiang akan diturunkan yang kemudian dinaikkan hingga ujung tiang dan berhenti sejenak dan kemudia diturunkan.

Fungsi bendera nasional

Menurut bab XII, peraturan pemerintah nomor 24 tahun 2009, ada beberapa fungsi bendera nasional, seperti:

Ayat 1a, tanda perdamaian, jika terjadi konflik di dalam wilayah negara Republik Indonesia.
Ayat 1b, sebagai tanda belasungkawa.
Ayat 1c, sebagai penutup peti mati. Ini digunakan untuk Presiden, Wakil Presiden, mantan Presiden dan vice president, pemerintah, pemerintah terdahulu, pahlawan nasional, tentara Nasional Indonesia dengan upacara pemakaman nasional.
Ayat 4, jika Presiden atau wakil presiden meninggal, sesuai dengan ayat 6, setengah tiang bendera dilakukan selama tiga hari berturut-turut pada seluruh wilayah Republik Indonesia juga semua kantor perwakilan Republik Indonesia luar negeri. Kemudian ketika mantan Presiden dan mantan president meninggal dan pemerintah dari semua Institut.
Ayat 5, bendera setengah tiang sebagai tanda belasungkawa.
Ayat 6, bendera setengah tiang sejak tanggal kedatangan mayat di Indonesia.

Larangan terhadap bendera nasional

Ada juga beberapa Peraturan pemerintah Nomor 24 tahun 2009 ayat XXI seperti yang ada di bawah ini:

  • Ketika bendera hendak akan dikibarkan, itu harus menyentuh tanah, air atau hal lain.
  • Dicetak dalam barang yang mengurangi nilai kehormatan.
  • Dalam bendera, tidak boleh ditempatkan abjad, lencana, jumlah, kalimat, kata-kata atau simbol-simbol lainnya.
  • Warga tidak diperkenankan untuk merusak, merobek, membakar atau tindakan lainnya dengan tujuan untuk menodai, menghina atau merendahkan kehormatan bendera nasional.

Fakta bendera merah putih

Bendera Merah putih Indonesia adalah simbol negara. Bendera ini tidak hanya sepotong kain merah dan putih. Air mata dan tumpah darah sampai kita bisa bebas seperti sekarang ini. Berikut beberapa fakta tentang Sang Saka Merah Putih Bendera Indonesian.

  • Warna merah dan putih bendera Indonesia telah mengilhami negara lain, seperti Singapura, Malaya dan menjadi inspirasi juga untuk Partai Islam Malaysia dan Nasional Melayu Bersatu Organisasi (UMNO).
  • Bendera memiliki beberapa bukti dimana bendera pertama kali dijahit oleh ibu fatmawati dan bendera ini sering disebut sebagai ‘Sang Saka Merah Putih’. Kemudian, Sang Saka Merah Putih, adalah nama penghormatan kepada bendera negara Indonesia.
  • “Sang Dwiwarna” adalah sebutan untuk setiap bendera Republik Indonesia dalam setiap upacara bendera.
  • Bendera merah putih asli dijahit oleh Ibu Fatmawati dengan tangannya sendiri. Dia menyatukan kain berwarna hanya menggunakan benang dan jarum jahit.
  • Bendera merah putih pertama dijahit  dengan ukuran 50 cm.
  • Ada catatan sejarah yang mengatakan bahwa pada Oktober 1944, ibu Fatmawati didekati oleh seorang perwira Jepang yang bernama Chairul Basri. Fatmawati yang kemudian hamil diberikan 2 blok kain merah dan putih.
  • Dua blok dari kain merah dan putih yang kemudian menjadi cikal bakal warisan bendera.
  • Jepang memberikan kain bendera sebagai bahan yang tampaknya terkait dengan pengumuman Koiso Perdana Menteri pada 7 September 1944. Jepang berjanji untuk memberikan kemerdekaan Indonesia.
  • Chairul Basri mengklaim bahwa ia mendapat kain dari Hitoshi Shimizu, kepala Departemen Propaganda.
  • Hitoshi Shimizu mengatakan bahwa kain Diperoleh dari gudang Jepang di area Pintu Air, Jakarta Pusat, di depan bekas bioskop Capitol.

  • Pada tahun 1978, Hitoshi Shimizu diundang oleh Presiden Soeharto untuk menerima penghargaan dari pemerintah Indonesia karena itu untuk meningkatkan hubungan Indonesia dengan Jepang.
  • Bendera merah putih asli dikibarkan untuk pertama kalinya oleh tiga orang muda. Ada Sudiro, mantan walikota di Jakarta, Ilyas Karim dan Mr Latif Hendradiningrat.
  • Bendera merah putih dikibarkan untuk pertama kalinya di tiang bambu.
  • Bendera merah putih asli disimpan dalam Monumen Nasional.
  • Bendera merah putih masih menjadi tamu terhormat setiap tahun di Istana nasional. Sang Saka Merah Putih akan diambil oleh paskibra dengan nampan dan kemudian diberikan kepada Presiden.
  • Kain pada bendera merah juga melambangkan tubuh manusia, sementara kain putih melambangkan jiwa manusia.
  • Kusno wibowo adalah seorang remaja Indonesia yang merobek bendera biru bendera Belanda selama Perang
  • Surabaya dan mengangkat bendera merah dan putih di bagian atas hotel Yamato.
  • Mutahar Hussein adalah penemu prosedur untuk pengibaran bendera dalam setiap upacara.
  • Mutahar Hussein kemudian meninggal pada 9 Juni 2004 pada umur 87 tahun.
  • Bendera merah putih adalah lambang bangsa tertinggi.
  • Ide untuk membuat replika dari bendera merah dan putih muncul berasal dari ide Tn. Husein Mutahat, yang bekerja di bawah Departemen Pendidikan.
  • Bendera replika harus dilakukan dengan benang sutra Indonesia dan menggunakan pewarna serta alat tenun tradisional. Karena warna tradisional yang diusulkan tidak memenuhi kriteria untuk bendera merah, pada akhirnya, bendera dibuat oleh benang Woll Inggris.
  • Pada tahun 2015, selama upacara kemerdekaan telah menggunakan bendera replika ketiga meskipun bendera replika ketiga benar-benar telah dibuat sejak tahun 1995.
  • Bendera Merah putih yang asli sudah robek, berlubang, karena gigitan serangga dan jamur dan ada noda dan warna memudar.
  • Dalam catatan sejarah Indonesia, bendera merah putih pernah jatuh ke tangan musuh, terutama penjajah.
  • Ada tradisi sebelum hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus, dari 14 Juni-Agustus 20, Indonesia harus mengibarkan bendera di depan rumah.
  • Masyarakat Indonesia mengakui bahwa bendera adalah “Prasasti” yang harus diselamatkan dan seharusnya tidak hilang pada jejak sejarah.

Upacara hari kemerdekaan

Hari kemerdekaan Indonesia adalah hari yang masuk ketika Indonesia dinyatakan telah merdeka dari Belanda. Hari ini dipenuhi dengan pesta dan perayaan pengibaran bendera. Ada dekorasi di seluruh kota dengan bangunan-bangunan istana Presiden yang dihiasi dengan warna merah dan putih. Setiap 17 Agustus, masyarakat Indonesia yang menghadiri upacara bendera di Istana nasional. Upacara bendera ini juga disiarkan langsung di televisi seluruh Indonesia.

Bendera nasional dikibarkan oleh Paskibraka, yang merupakan pengibar bendera. Paskibraka adalah singkatan untuk Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Paskibraka dibentuk pada tahun 1946, ketika ibukota Indonesia berpindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Pasukan Paskibraka berdiri dengan memiliki tugas utama dalam peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Nama tim Paskibraka

  • Kelompok paskibraka yang diposisikan di depan sebagai panduan atau escort, dipimpin oleh komandan Grup (Danpok). Ini adalah sekelompok paskibraka yang beranggotakan sebanyak 17 orang.
  • Kelompok dengan delapan anggota paskibraka yang diposisikan di belakang sekelompok 17 sebagai pasukan inti dan pembawa bendera. Dalam kelompok ini ada empat anggota TNI (Tentara Nasional Indonesia) atau polisi sebagai pengawal dan dua perempuan muda Paskibraka sebagai pembawa bendera (pembawa bendera hanya satu), tiga pemuda Paskibraka pengibar bendera dan tiga perempuan muda Paskibraka di belakang sebagai pelengkap atau pagar.
  • Grup dengan 45 anggota paskibraka diposisikan di belakang sekelompok 8 anggota sebagai pengawal atau keamanan anggota TNI atau polisi bersenjata. Untuk tingkat nasional, terdiri dari 45 kelompok adalah anggota pasukan Presiden.

Upacara bendera pada tanggal 17 Agustus dilakukan dalam dua kali. Pertama, di pagi hari pada pukul 10.00, pengibaran bendera dan sore hari jam 17:00 upacara penurunan bendera. Upacara dilakukan selama sekitar satu jam. Pada saat bendera dikibarkan ke atas tiang disertai dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Bendera Indonesia yang dibangkitkan oleh gerakan yang terorganisir sehingga bendera mencapai puncak tiang bendera ketika lagu berakhir.

Bendera kebangsaan

Sebenarnya, lagu kebangsaan Indonesia adalah”Indonesia Raya” Lagu tersebut disusun pada tahun 1928. Kelahiran lagu Indonesia Raya menandai awal gerakan nasionalis Indonesia. Lagu pertama kali diperkenalkan oleh para komponis, Rudolf Supratman. Tapi, Bendera merah putih memiliki lagu sendiri yang disebut “Berkibarlah Benderaku“. Lagu ini diciptakan oleh komposer besar bernama “Ibu Soed”.

Saridjah Niung, lebih dikenal dengan nama ibu Soed, lahir di Sukabumi, Jawa Barat pada 26 Maret 1908. Dia adalah seorang musisi, guru musik, penyiar radio, dramawan dan seniman batik Indonesia. Lagu-lagu yang dibuat ibu Soed sangat terkenal di kalangan pendidikan prasekolah.

Cerita lagu dimulai di malam hari pada 21 Juli 1945. Diciptakan oleh Ibu Soed setelah melihat ketekunan Jusuf Ronodipuro, seorang manajer Kantor RRI (Radio Republik Indonesia) sebelum agresi pertama oleh tentara Belanda.

Pada tahun 1947 yaitu ketika Jusuf Ronodipuro menolak perintah di bawah ancaman senjata dari tentara Belanda. Ancaman senjata, Jusuf Ronodipuro tidak takut sama sekali dan dia menjawab dengan ancaman sarkasme. Oleh karena itu, Jusuf Ronodipuro diijadikan sebagai inspirasi kelahiran lagu perjuangan yang berjudul Berkibarlah Benderaku.

Makna dari lagu “Berkibarlah Benderaku”

Lagu ini memiliki banyak makna, baik tersurat maupun tersirat. Ini juga menjelaskan bahwa bendera dikibarkan hampir semua daerah di Indonesia dan tetap dijadikan sebagai bendera nasional.

Dalam ayat berikutnya, makna lagu bendera nasional. Artinya, barangsiapa yang berani untuk menurunkan bendera putih atau menggantinya dengan bendera yang lain, akan banyak orang Indonesia yang marah. mereka tidak ingin Bendera merah dan putih digantikan oleh bendera lain. Apa yang mereka inginkan adalah bendera merah putih selalu dan selamanya sebagai identitas Indonesia.

Bendera adalah simbol yang menunjukkan identitas negara kita. Bendera merupakan sepotong kain yang digunakan sebagai bukti dari rasa hormat dan kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, kita harus menghormati dan menghargai bendera merah putih. Selain itu, menghormati dan menghargai Bendera merah putih juga bisa masuk sebagai sikap menghormati dan menghargai kepada pejuang Indonesia yang telah berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan, karena “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawan”.

Gays, demikianlah dengan apa yang telah kami sampaikan  diatas mengenai Bendera Indonesia dapat dijadikan sebagai sumber bacaan yang sangat bermanfaat serta berguna bagi banyak pembacanya. Semoga isi dari Artikel yang ada di atas dapat dimengerti dan dipahami. Sekian artikel ini kami sampaikan sebagai sumber bacaan bermanfaat dan selamat membaca.