Pentingnya Pendidikan di Indonesia, Terlebih Lagi Jika Baca Yang Satu Ini

30 0

Sahabat, untuk meraih cita-cita, pada dasarnya harus melewati jenjang pendidikan. Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan cita-cita apalagi mendapatkan masa depan yang lebih cerah? Tentu semua orang ingin memilikinya. Untuk mendapatkan semua itu, harus melalui proses yang sangat panjang.

Ketika berbicara mengenai pendidikan, ini sangat penting sekali dengan hubungannya terhadap cita-cita dan masa depan seseorang. Lalu apa yang anda ketahui mengenai Pendidikan yang ada di Indonesia? Bagi anda yang ingin mengetahuinya, anda bisa saja mengikuti atau menyimak artikel yang ada di bawah ini. Sebelum membahasnya lebih dalam, cari tau dulu apa itu pendidikan.

Pengertian Pendidikan

Pendidikan merupakan proses belajar dan mengembangkan satu pengetahuan, keterampilan, pikiran, karakter oleh pendidikan formal, pengajaran atau pelatihan. Orang tua dan keluarga adalah tempat pertama untuk anak-anak dengan memulai pengarsipan pengetahuan mereka. Pada usia 5 hingga 6 tahun, orang tua mulai memperkenalkan anak-anak mereka terhadap pendidikan formal seperti Taman kanak-kanak atau TK. Pendidikan formal umumnya dibagi menjadi tahap tersebut, seperti:

  • Taman kanak-kanak (TK).
  • Sekolah dasar (SD).
  • Sekolah menengah pertama (SMP).
  • Sekolah menengah atas (SMA).
  • Jenjang Universitas.
  • Magang.

Pendidikan di Indonesia

Pendidikan sering berlangsung di bawah bimbingan pendidik, tetapi para peserta didik dapat juga mendidik diri mereka sendiri melalui Layanan homeschooling atau sekolah yang dilakukan di rumah atau sekolah rumahan.

Sejarah pendidikan di Indonesia

Sistem pendidikan telah ada sejak zaman perkembangan dan pembangunan Hindu-Buddha. Kemudian, pendidikan disebut Karsyan yang memiliki arti sebagai tempat Pertapaan. Ketika Islam masuk dan tersebar di seluruh Indonesia, di situlah adanya pondok pesantren. Pondok Pesantren adalah sebuah kelompok yang sekarang dikenal sebagai tempatnya pendidikan Keagamaan terutama Muslim. Kemudian, pesantren telah diperkenalkan dan beberapa diantaranya telah didirikan. Lokasi pondok pesantren ini sebagian besar jauh dari kerumunan kota yang menyerupai lokasi Karsyan atau sekolahan.

Pendidikan formal di Indonesia dimulai sekitar waktu kolonisasi Belanda atas negara Indonesia. Brugmans menyatakan bahwa pendidikan ditentukan oleh pertimbangan politik dan ekonomi Belanda di Indonesia. Tidak semua orang memiliki hak yang sama ketika datang ke pendidikan namun hanya orang-orang khusus dengan status khusus diizinkan untuk merasakan pengalaman pendidikan formal. Meskipun masyarakat Indonesia dengan status khusus diizinkan untuk belajar, pendidikan untuk orang-orang Belanda selalu menjadi prioritas utama.

Kesulitan keuangan yang terjadi terhadap Belanda karena perang Diponegoro dari tahun 1825 hingga 1830 serta Perang Belanda dan Belgia sejak tahun 1830 hingga 1839. Itu memotivasi Belanda dengan melakukan kerja paksa terhadap masyarakat Indonesia untuk menutupi pengeluaran perang mereka. Karakteristik pendidikan Belanda memberikan orang-orang Indonesia yang gradualisme, dualisme dan kontrol yang sangat kuat.

Hanya ketika datang ke politik etis era bahwa pemerintah benar-benar menaruh perhatian cukup pada pendidikan masyarakat Indonesia. Namun, tidak menawarkan bermanfaat bagi Indonesia. Pendidikan Indonesia berkembang sampai tahun 1930 sebelum krisis terhambat dunia.

Ketika Jepang menang atas Belanda, pendidikan untuk orang-orang Indonesia tidak memiliki banyak perubahan. Perhatian terhadap pendidikan orang-orang Indonesia masih sangat miskin dan kerja paksa menjadikan keadaan lebih buruk. Demikian juga, ketika Indonesia memenangkan kemerdekaan, pendidikan penduduk Indonesia masih tidak membaik.

Pengembangan

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Indonesia menunjuk Ki Hadjar Dewantara sebagai Menteri pertama pendidikan. Dari tahun 1945 hingga 1946, setelah menjadi Menteri Pendidikan, tidak ada banyak yang bisa mereka lakukan.

Pada periode tahun 1945 hingga 1969, Pendidikan Nasional Indonesia AIM mengalami 5 perubahan. Pendidikan Nasional Indonesia AIM pada awal kemerdekaan difokuskan untuk patriotisme. Seiring berjalannya waktu, banyak perubahan yang dibuat berdasarkan lingkungan tidak lagi hanya patriotisme dan kehidupan Nasional Indonesia. Dalam UU No. 4 tahun 1950 pada dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah, Bab II, Pasal 3 menyatakan, “tujuan dari pendidikan dan pengajaran adalah untuk membentuk kesopanan manusia dan warga yang demokratis dan bertanggung jawab untuk kesejahteraan masyarakat dan tanah air.”

Sejak hari kemerdekaan Indonesia hingga saat ini, ada 10 kurikulum yang telah dilaksanakan dalam sistem pendidikan nasional Indonesia. Dari tahun 1974 hingga 2013, pemerintah telah mengubah kurikulum hampir 11 kali pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 1999, 2004, 2006 dan 2013. Perubahan yang terjadi merupakan manifestasi dari konsekuensi dari perubahan dalam era seperti perubahan ekonomi, politik, sosial, budaya serta ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi.

Pahlawan nasional pendidikan Indonesia

Ki Hajar Dewantara (juga dikenal sebagai Raden Mas Soewardi Soerjaningrat) yang lahir dari tahun 1889 hingga 1959 adalah seorang penulis, kolumnis, politikus dan advocator kemerdekaan Indonesia dari kekuasaan kolonial Belanda. Namun, ia paling dikenang dalam perannya sebagai perintis dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Ki Hajar Dewantara Berasal dari Yogyakarta (Jawa), Dewantara mendirikan sekolah Taman Siswa pada tahun 1922 di Yogyakarta. Sekolah ini menyediakan pendidikan untuk pribumi, sementara pendidikan dikatakan sangat terbatas karena penjajahan Belanda pada bangsawan Jawa.

Ki Hajar Dewantara Lahir ke dalam keluarga bangsawan Jawa (priyayi) Dewantara mampu menerima pendidikan di Hindia Belanda: sekolah dasar (ELS) dan STOVIA (sekolah Kedokteran). Namun, ia tidak menyelesaikan STOVIA karena sakit. Sebaliknya ia mulai bekerja sebagai jurnalis, menulis beberapa Surat Kabar.

Selama hari-harinya sebagai jurnalis, Dewantara mulai menjadi semakin aktif dalam gerakan-gerakan sosial dan politik yang bertujuan untuk merusak pemerintah kolonial Belanda di Nusantara. Artikel di media cetak menjadi dijiwai dengan sentimen anti kolonial. Dewantara memiliki hubungan dekat dengan Boedi Oetomo (asli politik institusi pertama di Hindia Belanda dan memainkan peran dalam kebangkitan nasional Indonesia).

Pada 13 Juli 1913 Dewantara menerbitkan sebuah artikel di koran ‘De Expres’, berjudul ” I Dutchman”. Artikel ini termasuk kritik berat terhadap rencana penjajah Belanda untuk mengumpulkan pungutan dari penduduk asli untuk membiayai perayaan yang berkaitan dengan perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis. Pemerintah Belanda tidak mengizinkan kritik dan menangkap Dewantara bersama dengan rekan-rekannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo dan mereka dibuang ke Belanda.

Selama pengasingannya di Belanda,  Beberapa tahun kemudian, ketika ia tiba kembali di Kepulauan, untuk pertama kalinya ia mendirikan sebuah sekolah di Yogyakarta bersama dengan saudaranya. Kemudian, pada tahun 1922, ia mendirikan sekolah Taman Siswa. Sebelum Taman Siswa, pendidikan di Kepulauan ini hanya terbuka untuk orang-orang Belanda dan orang-orang pribumi yang bagian dari bangsawan (yang termasuk Dewantara). Selain pengetahuan umum, siswa juga diajar untuk mencintai Nusantara dan menghormati kesetaraan sosial.

Selama zaman Jepang (1942-1945) Dewantara, Soekarno, Muhammad Hatta dan K.H. Mas Mansur diangkat sebagai pemimpin Power Center (Pusat Tenaga Rakyat) oleh sebuah organisasi payung yang disponsori oleh Jepang untuk semua organisasi nasionalis di Jawa dan Madura. Setelah kemerdekaan, Dewantara ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan dan kebudayaan dalam kabinet atau kepemimpinan Soekarno.

Jenis pendidikan di Indonesia

Ada beberapa jenis pendidikan yang diterapkan di Indonesia. Seperti:

Sekolah umum

Sekolah adalah sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah. Di Indonesia, sekolah negeri hanya tersedia di sekolah menengah. Untuk diterima dalam sekolah Negeri, yang harus dilakukan dimana calon telah melewati atau melakukan ujian dan dengan hasil ujian sesuai kebutuhan sekolah. Kompetisi diterima di sekolah umum setiap tahun semakin sengit. Hampir setiap orang tua ingin anak mereka diterima di sekolah umum. Sekolah umum di Indonesia memiliki reputasi yang sangat baik dan biaya gratis dari kelas dasar 1 hingga kelas 9 dari SMP.

Sekolah swasta

Sekolah umum dikenal sebagai sekolah independen, non-pemerintah. Sekolah umum tidak diatur oleh pemerintah lokal, negara bagian atau nasional. Dengan demikian, mereka dapat memilih siswa sendiri dengan syarat dan ketentuan mereka sendiri. Setiap sekolah swasta secara keseluruhan didanai. Itu dilakukan oleh pengisian siswa bersama dengan sumbangan dari Yayasan. Kemudian, itu jauh lebih baik daripada mengandalkan wajib pajak melalui dana umum pemerintah. Masing-masing sekolah pribadi memberlakukan kebijakan dari pemerintah Indonesia dan diberikan kesempatan tambahan kegiatan mengenai budaya atau olahraga.

Sekolah kejuruan

Sekolah kejuruan yang dikenal sebagai Sekolah Menengah Kejuruan atau (SMK) adalah tahap pendidikan setara dengan sekolah menengah (paling dikenal sebagai Sekolah Menengah Atas atau SMA). Ketika salah satu lulus dari sekolah SMP, ia dapat masuk pada tingkat SMK atau SMA menurut pilihan siswa tersebut. Biasanya, orang-orang yang ingin melanjutkan ke Universitas akan memilih SMA, sementara itu, orang-orang yang memilih untuk tidak melanjutkan tingkat Universitas atau memilih untuk langsung bekerja akan memilih tingkat SMK.

SMK lebih terfokus pada pengembangan satu keahlian dalam hal-hal seperti:

  • Teknologi dan teknik.
  • Informasi dan teknologi komunikasi.
  • Kesehatan.
  • Seni, kerajinan dan pariwisata.
  • Agribisnis dan Agro-industri.
  • Bisnis dan manajemen.

Sekolah Agama

Ada dua sekolah agama utama di Indonesia yaitu sekolah Kristen dan sekolah Islam. Meskipun ke-2 sekolah adalah pembelajaran khusus untuk setiap agama saja, seorang Kristen dapat menghadiri sebuah sekolah Islam dan begitu sebaliknya. Sekolah semacam ini biasanya memiliki pelajaran tambahan yang di sekitar agama itu sendiri.

Di Indonesia, ada dua jenis sekolah Muslim, pesantren yang dikenal sebagai “pesantren” dan pesantren hari yang dikenal sebagai madrassahs (atau madrasas). Pesantren dimulai sebagai informal sekolah Agama sementara itu madrassahs dengan menawarkan pendidikan agama yang lebih formal.

Pendidikan tinggi

Pendidikan adalah pendidikan tinggi. Itu terutama ditujukan pada disiplin akuisisi dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi atau seni tertentu. Kemudian ini juga mencakup program-program pendidikan sarjana, Master dan doktor.

Pendidikan profesional

Pendidikan profesional adalah perguruan tinggi setelah program sarjana. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan siswa untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keterampilan khusus. Lulusan pendidikan profesional akan mendapatkan gelar profesional.

Pendidikan kejuruan

Pendidikan kejuruan adalah pendidikan tinggi yang mendukung penguasaan keterampilan yang diterapkan khusus, termasuk program Pendidikan Diploma. Lulusan pendidikan kejuruan akan mendapatkan gelar kejuruan.

Nilai pendidikan Indonesia

Sekolah di Indonesia ini dibagi menjadi dua semester. Yang pertama bermula pada bulan Juli dan berakhir pada bulan Desember, sementara yang kedua bermula pada bulan Januari dan berakhir pada bulan Juni. Nilai pendidikan di Indonesia sesuai dengan tingkat prasekolah, SD, SMP, SMA dan tingkat universitas.

1. Prasekolah atau TK

Prasekolah adalah pembentukan pendidikan atau belajar untuk anak-anak antara usia 3 dan 5 tahun, sebelum permulaan wajib belajar di sekolah dasar. Beberapa prasekolah memiliki warna seragam mereka sendiri, tidak harus diputuskan oleh pemerintah. Di Indonesia, prasekolah dikenal secara lokal sebagai TK (Taman Kanak-kanak) dan membagi menjadi:

  • Kelompok Bermain
  • Taman kanak-kanak

2. Sekolah Dasar

Sekolah dasar adalah tahap pertama dari pendidikan wajib di sebagian besar dunia dan tersedia tanpa biaya, kecuali jika itu adalah sekolah independen. Di Indonesia, sekolah dasar dikenal sebagai Sekolah Dasar (SD) dan dibagi menjadi beberapa kelas dari kelas 1 hingga kelas 6.

3. Sekolah Menengah Pertama

Sekolah menengah (lebih dikenal sebagai SMP) adalah tahap pendidikan yang berlangsung antara sekolah dasar dan melanjutkannya menjadi sekolah menengah pertama. Umumnya, seragam sekolah menengah adalah putih atas dengan bawah biru. Di Indonesia, sekolah dasar dikenal sebagai Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan juga terdiri dari beberapa kelas yang pastinya tidak sebanyak kelas sekolah dasar dari kelas 7 hingga kelas 9.

4. Sekolah Menengah Atas

Sekolah menengah atas adalah tahap pendidikan setelah menyelesaikan tahap sekolah SMP. Umumnya, seragam sekolah SMA yang diatas putih dan dibawah itu berwarna abu-abu.

5. Sekolah Menengah Kejuruan

Pendidikan lanjutan atau pendidikan tingkat ketiga adalah tahap akhir opsional formal belajar. Itu terjadi setelah menyelesaikan pendidikan menengah pertama. Seseorang dapat melanjutkan studi nya atau tidak sama sekali. Biasanya, lulusan SMK akan segera bekerja di sebuah perusahaan, sementara yang lulus dari SMA akan terus melanjutkan tahap selanjutnya seperti kuliah untuk mendapatkan posisi dengan gaji yang lebih tinggi.

Tidak ada batasan usia pada tahap ini dan waktu normal yang dihabiskan untuk menyelesaikan studi empat tahun. Pendidikan lanjutan umumnya memuncak dalam penerimaan sertifikat, diploma atau gelar akademis.

Penerimaan pendidikan Indonesia

Dalam UU No. 20 tahun 2003 pasal 13 ayat 1 menyatakan bahwa jalur pendidikan di Indonesia yang terdiri dari pendidikan formal, nonformal dan informal. Alasan Pemerintah memilih jalan pendidikan ini bagi Indonesia untuk mengembangkan potensi masyarakat Indonesia melalui sebuah proses pembelajaran yang tersedia pada baris, tingkat dan jenis pendidikan. Pendidikan non-formal diselenggarakan bagi siapa saja yang mungkin ingin untuk pelayanan pendidikan yang bertindak sebagai pengganti, penambah atau melengkapi pendidikan formal untuk mendukung pendidikan mereka seumur hidup.

Waktu pendidikan Indonesia

Masyarakat Indonesia diminta untuk mengahdiri atau melewati sebanyak 12 tahun sekolah yang terdiri dari enam tahun di tingkat SD dan 3 tahun tingkat SMP dan 3 tahun pada tingkat SMA. Beberapa sekolah juga menawarkan program akselerasi belajar di mana siswa yang berkinerja baik dapat menyelesaikan tingkat dua tahun. Hal ini belum tentu untuk pendidikan tinggi seperti perguruan tinggi, itu adalah murni keputusan dan tidak mempengaruhi sistem pendidikan itu sendiri.

Meskipun, pendidikan yang sempurna di Indonesia menghabiskan 17 tahun dari tingkat TK hingga perguruan tinggi atau Universitas. Ketika datang ke Universitas, panjang waktu mereka untuk mendapatkan gelar Diploma serta juga Sarjana.

Pengembangan pendidikan Indonesia di Era Baru

Dalam era baru, mengembangkan keterampilan dan pengetahuan tidak terbatas hanya untuk sekolah formal atau homeschooling atau sekolah rumahan. Sekarang, internet memainkan peranan penting dalam sistem pendidikan Indonesia. Semua orang dapat dengan mudah mempelajari tentang apa pun dari internet kapan saja. Tapi meskipun pendidikan dapat dengan mudah diperoleh sekarang, pendidikan dalam pembangunan Indonesia masih kurang. Kurang dari kemampuan belajar dasar pada kurikulum dan pendidikan moral.

Mutu pendidikan di Indonesia masih dianggap miskin. Dengan melihat bagaimana mahasiswa mudah memiliki skor yang baik meskipun mereka tidak mengerti pelajaran, hal ini sangat menyedihkan.

Sampai saat ini, kurikulum Indonesia dalam sistem pendidikan masih kurang dari kemampuan belajar dasar. Sementara itu, kemampuan belajar dasar dianggap sebagai aspek penting untuk belajar. Kebanyakan kurikulum berfokus terlalu banyak dalam memastikan siswa memahami banyak hal yang rumit bahwa mereka mungkin tidak pernah bertemu di kehidupan nyata. Sementara tidak menyangkal fakta bahwa itu penting, kurikulum juga harus memiliki kemampuan belajar dasar. Kemampuan belajar dasar, pada kenyataannya, benar-benar akan mempertemukan siswa dalam kehidupan nyata.

Selama ini, belajar atau tidak, setiap siswa berprestasi dianggap sama dan semua orang lulus ujian pada waktu yang sama. Perlakuan ini terhadap setiap siswa di Indonesia dianggap tidak adil karena setiap orang memiliki potensi yang berbeda. Dalam rangka untuk menstabilkan sistem pendidikan di Indonesia, pemerintah perlu mempertimbangkan kemampuan siswa sebelum memutuskan untuk menggunakan kurikulum yang terlalu jauh ke depan.

Meskipun masih banyak kekurangan pada sistem pendidikan di Indonesia, pendidikan di Indonesia saat ini cukup baik. Sekarang, Indonesia menduduki peringkat ke 69 dari 127 yang didasarkan pada Education For All (EFA) UNESCO yang berbasis pendidikan pengembangan indeks (EDI).

Refleksi pada pendidikan di Indonesia

Pendidikan adalah salah satu kunci kendaraan untuk pengembangan intelektual dan profesional rakyat dan memainkan peran yang semakin penting dalam mendukung lebih kuat dan lebih kompetitif Indonesia secara global. Namun, pendidikan di Indonesia masih memiliki beberapa masalah yang berkaitan dengan kualitas dan akses serta distribusi bahkan guru terlatih.

Terbatasnya akses ke pendidikan di daerah pedesaan telah berkontribusi dimana pindah ke kota untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Menurut aktivis pendidikan Indonesia Anies Baswedan, “Masalahnya adalah bahwa jumlah fasilitas pendidikan wilayah (Jabodetabek) proporsional, tetapi kita memiliki masalah di daerah pedesaan dan itu yang menyebabkan urbanisasi ke Jakarta.” Baswedan memiliki tujuan untuk memperluas akses pendidikan melalui penyediaan peningkatan layanan pendidikan bagi masyarakat secara keseluruhan. “Jika sekolah hanya terletak di ibukota, kemudian banyak orang mungkin tidak akan mampu mencapai pendidikan,” katanya.

Selain itu, jumlah guru berkualitas masih tidak merata di daerah pedesaan. Menurut Direktur Jenderal pendidikan dasar di Departemen Pendidikan dan kebudayaan, Muhammad Hamid, banyak sekolah dasar (SD) di Indonesia menghadapi kekurangan atau minimnya guru yang sangat serius. Jumlah ini diperkirakan mencapai 112.000 guru.

Untuk mengatasi distribusi guru yang tidak merata, Departemen Pendidikan dan budaya akan turun tangan dan bekerja sama dengan pemerintah daerah, Provinsi dan kabupaten atau kota untuk meningkatkan alokasi guru di daerah tersebut. “Jika alokasi guru dapat dikelola secara optimal, daerah yang memiliki surplus guru dapat di kirim ke Kabupaten terdekat,” kata Hamid.

Dalam rangka meningkatkan jumlah guru yang berkualitas di sekolah-sekolah Indonesia, Kementerian akan menawarkan sarjana tingkat beasiswa untuk sekolah dasar (SD) dan guru sekolah menengah (SMP). Hamid memperkirakan bahwa hanya 60% dari guru SD 1,85 juta di Indonesia memiliki gelar sarjana. Setiap tahun, Departemen juga menyediakan 100.000 sarjana untuk calon calon SD dan guru sekolah menengah.

Selain itu, jumlah anak-anak yang telah putus sekolah di Indonesia masih tinggi. “Berdasarkan data Departemen 2010, ada anak-anak lebih dari 1,8 juta setiap tahun tidak dapat melanjutkan pendidikan. Hal ini disebabkan oleh tiga faktor, yaitu faktor-faktor ekonomi, anak-anak yang dipaksa untuk bekerja untuk mendukung keluarga dan perkawinan di usia dini,”menurut Direktorat Jenderal pendidikan tinggi Sekretaris Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng, Sc di Jakarta.

Menurut indeks pembangunan manusia, dilaporkan oleh UNDP, peringkat Indonesia Kusumanegara 121 dari 185 negara, dengan IPM.629. Laporan menunjukkan bahwa Indonesia berada pada posisi peringkat lebih rendah daripada dua negara ASEAN tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Banyak sarjana pendidikan, aktivis dan para pejabat Kementerian telah mengakui semua kebutuhan untuk masalah-masalah pendidikan di Indonesia. “Kita harus memecahkan masalah pendidikan, karena pengetahuan adalah kunci untuk mencapai kesejahteraan,” menurut Anies Baswedan. Selain memberikan beasiswa untuk guru, pemerintah Indonesia telah menerapkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan untuk menghadapi persaingan global yang ditandai dengan terwujudnya komunitas ASEAN pada tahun 2015.

Untuk memperkuat pendidikan dasar bagi siswa, Departemen telah berkomitmen mengenai sumber daya operasional dan anggaran untuk pelaksanaan Kurikulum 2013 hingga 2014. “Untuk tahun depan dan hampir semua sekolah dapat menerapkan kurikulum 2013,” kata Wakil Menteri Pendidikan dan kebudayaan Musliar Kasim.

Kurikulum 2013 berfokus pada akuisisi kontekstual pengetahuan di bidang masing-masing dan lingkungan. Kurikulum bertujuan untuk mengembangkan kemampuan evaluasi siswa dalam 3 bidang seperti sikap (kejujuran, kesopanan dan disiplin), keterampilan teknis (melalui praktis proyek bekerja atau sekolah) dan pengetahuan ilmiah.

Di tingkat SD, kurikulum menekankan pembentukan sikap dan keterampilan fungsional atas pengetahuan ilmiah, yang menerima lebih banyak perhatian pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Pada tingkat SMP dan SMA, kekakuan akademik meningkat karena kepribadian siswa yang ditekankan pada tingkat dasar. Menurut Musliar, kurikulum baru akan diterapkan untuk siswa sekolah dasar kelas 1, 2, 4 dan 5, siswa SMP kelas 8 dan 9, serta siswa SMA kelas 10 dan 11.

Pemerintah tidak akan mencetak buku. Seperti dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, Departemen buku akan diunggah ke internet. Departemen juga akan menetapkan harga maksimum untuk buku yang akan dijual kepada publik. Kurikulum 2013 telah diimplementasikan sejak pertengahan tahun 2013 di sejumlah Ruangan Khusus sekolah.

Sebagai lembaga bantuan internasional yang mendukung pembangunan sosial ekonomi di Indonesia, USAID Indonesia telah diprioritaskan pengembangan pendidikan melalui sejumlah inisiatif termasuk USAID-PRESTASI program.

Tahun ini, USAID-PRESTASI dipilih sebanyak 30 profesional Indonesia untuk menerima beasiswa untuk Program Magister pada Universitas di AS dan Indonesia. Program ini terbuka untuk Umum dan diharapkan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia pada calon yang terampil di bidangnya.

Manfaat pendidikan

Manfaat pendidikan melengkapi individu dari segala usia dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadi warga dunia yang produktif dan berhasil. Mendidik dapat menjadi cara yang efektif untuk mengatasi dan memberantas kemiskinan global.

Berikut adalah manfaat pendidikan

1. Meningkatkan bidang pendidikan

Buta huruf adalah sebuah siklus yang memperkuat tingkat kemiskinan jangka panjang hingga pada seluruh generasi. Individu-individu yang hidup dalam kemiskinan dapat dicegah dalam memasuki pengaturan pendidikan.

Menurut United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), 12% penurunan kemiskinan global dapat dicapai jika setiap siswa dalam negara-negara berpenghasilan rendah menerima keterampilan dasar membaca dan keaksaraan pada saat mereka meninggalkan sekolah.

2. Pendidikan meningkatkan pendapatan dan penciptaan kekayaan

Peningkatan pendidikan langsung memberikan individu keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan tingkat pendapatan mereka. Setiap tahun, tambahan sekolah anak meningkatkan penghasilan siswa hingga 10%, menurut UNESCO.

Pendidikan juga meningkatkan tingkat pendapatan dan jumlah makanan petani dengan memberikan mereka informasi yang diperlukan untuk menanam tanaman atau mengikuti langkah-langkah lain yang dapat meningkatkan tingkat budidaya.

3. Pendidikan membantu mengurangi ketidakstabilan dan korupsi

Menurut kemitraan Global untuk pendidikan, 36% dari anak-anak di seluruh dunia tidak menerima pendidikan. Kurangnya kesempatan belajar dapat merusak kemampuan mereka untuk menemukan pekerjaan. Pendidikan mempromosikan masyarakat yang stabil dan damai yang mampu menyuarakan pembangunan.

4. Pendidikan mempromosikan hidup sehat

Pendidikan dan kesadaran individu memberikan alat-alat yang mereka butuhkan untuk mengambil kendali atas pilihan kesehatan mereka. Pendidikan ini juga penting untuk penahanan penyakit menular. Program pencegahan membantu untuk melawan penularan penyakit dalam masyarakat yang terkena dampak dan mengurangi tingkat kematian ibu bayi.

5. Pendidikan memberdayakan perempuan

Manfaat dari pendidikan di mana perempuan tidak terbatas untuk melahirkan. Ketika perempuan menerima kesempatan pendidikan, mereka memiliki kemampuan lebih besar untuk menghasilkan pendapatan, keluarga mereka sehat, mereka membesarkan anak-anak lebih sedikit dan menikah di usia remaja, dengan demikian menghindari anak pada pernikahan dini.

6. Pendidikan, ketahanan pangan dan gizi

Gizi buruk mempengaruhi perkembangan otak dan kemampuan untuk belajar bagi individu yang hidup dalam daerah yang tertimpa kemiskinan. Menurut UNESCO, ada sekitar 1,7 juta anak menderita dari tanda kekurangan gizi, jika semua wanita menyelesaikan tingkat pendidikan. Pendidikan juga memberikan kontribusi untuk makanan yang lebih bervariasi yang mengurangi prevalensi malnutrisi.

7. Pendidikan dan pengembangan keterampilan

Dengan peningkatan tingkat pendidikan, suatu negara akan lebih mungkin untuk memperoleh pengetahuan tentang keterampilan teknis yang menciptakan kesempatan kerja di bidang pertanian, konstruksi, teknologi dan transportasi. Pengembangan infrastruktur memberikan anak-anak yang tinggal di daerah terpencil dengan kemampuan untuk mencapai fasilitas sekolah lebih mudah, meningkatkan tingkat pendidikan dalam wilayah tersebut.

8. Pendidikan meningkatkan pertumbuhan ekonomi

Mempromosikan pendidikan dan produktivitas keuntungan yang meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam negara. Seperti dilaporkan oleh United States Agency for International Development, rata-rata tingkat pendidikan di negara dalam 1 tahun dapat meningkat apabila jika produk domestik bruto tahunan dari bangsa itu naik setengah %.

Sahabat, seperti apa yang telah kami beritahukan diatas dapat dijadikan sebagai sumber bacaan yang sangat bermanfaat serta berguna bagi banyak pembacanya. Dengan adanya artikel tersebut, semoga sahabat sekalian dapat menyimpulkan betapa pentingnya pendidikan walaupun hanya sesaat. Demikian ini kami sampaikan dan dapat memberikan ispirasi atau motivasi terhadap pembacanya. Selamat membaca.