Perbankan, Yuk Ketahui Apa Saja Yang Ada Dibaliknya

22 0

Gays, dari sejak kecil kita mungkin telah diajarkan oleh orang tua kita selalu berhemat atau menabung. Pada saat menabung, sangat banyak sekali cara yang dapat dilakukan. Selain memasukkannya ke dalam celengan ayam, menabung juga bisa di lakukan dengan menggunakan jasa Perbankan. Pada jaman yang sangat modern ini, sudah sangat berkembang dengan sangat cepat di dunia untuk memenuhi kebutuhan setiap orang. Jika berbicara mengenai Perbankan atau BANK, ini memiliki materi yang sangat panjang untuk layaknya kita ketahui. Yuk langsung saja kita simak semuanya di bawah ini.

Defenisi BANK, Perbankan

Perbankan adalah industri yang menangani uang tunai, kredit dan transaksi keuangan lainnya. Bank memberikan tempat yang aman untuk menyimpan uang tambahan dan kredit. Mereka menawarkan tabungan, sertifikat deposito dan rekening. Bank menggunakan untuk membuat pinjaman. Pinjaman ini meliputi rumah, pinjaman Bisnis dan kredit mobil serta masih banyak lagi

Perbankan adalah salah satu pendorong utama ekonomi. Mengapa? Karena ini menyediakan likuiditas yang diperlukan untuk keluarga dan berinvestasi untuk masa depan.

Sejarah bank di Indonesia

Sejarah kelembagaan Bank Indonesia dimulai dari berlakunya bank sentral No.11 Act tahun 1953 tentang UU Pokok Bank Indonesia tanggal 1 Juli 1953. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia dikelola oleh Dewan moneter, Dewan Direksi dan Dewan Penasehat. Dewan Moneter mengeluarkan kebijakan moneter, meskipun pemerintah bertanggung jawab untuk itu. Setelah itu telah digabung menjadi satu bank, selama periode awal Orde Baru, undang-undang dasar Bank Indonesia telah diamandemen melalui UUD No. 13 dari 1968 tentang Bank sentral.

Sejak itu, Bank Indonesia memainkan peran sebagai Bank Sentral dan secara bersamaan membantu pemerintah dalam program-program pengembangan dengan menerapkan kebijakan pemerintah dengan bantuan dari Dewan Moneter. Sebagai akibatnya, Bank Indonesia tidak lagi berada di bawah Dewan Moneter. Dengan akhir Orde Baru, Bank Indonesia pada akhirnya menjadi independen melalui UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia dan kemudian diperbarui dengan UU No. 3 tahun 2004.

Sejak saat ini, Bank Indonesia memiliki posisi khusus di dalam struktur negara yaitu independen negara lembaga dan bebas dari campur tangan pemerintah dan atau pihak lain. Namun, dalam pelaksanaan kebijakan moneter yang berkelanjutan, konsisten dan transparan, Bank Indonesia harus memperhitungkan kebijakan perekonomian secara umum.

Zaman Babilonia. Praktek perbankan di dominsi dengan transaksi peminjaman emas dan perak pada pedagang yang membutuhkan, dengan tingkat bunga 20% per bulan dan Bank tersebut adalah Temples Of Babylon.

Praktik perbankan Yunani. Praktek perbankan yang berkembang antara lain adalah menerima simpanan dari Masyarakat dan meyalurkan pada kalangan bisnis. Pihak Bank mendapat penghasilan dari menarik biaya dari jasa penyimpan uang Masyarakat dan mulai bermunculan Bank-Bank swasta.

Masa Romawi. Praktik perbankan meliputi praktik tukar menukar uang, menerima deposito, memberi kredit dan melakukan transfer dana.

Sistem perbankan Indonesia

Pada Februari 2017, Indonesia mempunyai 115 Bank Umum dan BPR 1.630. Empat bank terbesar lebih dari 45 % dari aset bank. Seperti diperingkatkan berdasarkan aset, berikut adalah empat bank milik negara terbesar: Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia dan BNT. Bank Indonesia (BI), bank sentral Indonesia dan lembaga negara independen dan otoritas Jasa Keuangan (“BOV Jasa Keuangan” atau OJK) mengatur aspek-aspek kunci dari sistem perbankan dan keuangan, termasuk pengaturan dan pengawasan bank.

Indonesia adalah pendorong pengembangan perbankan Syariah dan berusaha untuk meningkatkan pangsa total perbankan aset untuk lebih dari lima persen. Pada Februari 2017, lembaga-lembaga perbankan Syariah di Indonesia terdiri 3.74 persen dari total aset sistem perbankan. Deposit asuransi Corp (LPS) jaminan deposito bank atas 2 milyar (sekitar US$ 150,000). Hanya account tersebut membawa bunga sama atau di bawah harga referensi maksimum dijamin LPS dianggap memenuhi syarat untuk LPS deposit jaminan. TARIF tersebut adalah 7,0 persen deposito rupiah dan 0,75 % deposito Valuta Asing.

Indonesia mengekspor pembiayaan Agency (LPEI), yang beroperasi di bawah nama Indonesia Ex-Im Bank, menyediakan kompetitif ekspor layanan terkait diekspor pembiayaan dan penasehat dan lainnya. Tujuan Badan kredit ekspor adalah untuk membantu mempromosikan akses ke pasar di seluruh dunia untuk Indonesia terkait ekspor komoditas, mendukung perdagangan internasional di Indonesia dan meningkatkan daya saing eksportir Indonesia di pasar global.

Sistem pembayaran

Sistem pembayaran di Indonesia terdiri dari pembayaran cash dan pembayaran transfer dan lainnya. Undang-undang pokok Bank Indonesia tahun 1953 ditetapkan bahwa Bank Indonesia (BI) menciptakan uang kertas dengan denominasi lima rupiah di atas, sementara pemerintah berwenang untuk mengeluarkan koin dan uang kertas di di bawah lima rupiah. Uang kertas pertama yang dikeluarkan oleh BI adalah di tujuh denominasi uang kertas.

Selanjutnya, sesuai dengan undang-undang No. 13 dari 1968, BI memiliki satu-satunya hak untuk mengeluarkan uang kertas dan koin sebagai alat pembayaran yang sah dalam semua pecahan. Dari ini, pemerintah tidak lagi mengeluarkan uang kertas dan koin. Bank pertama yang mengeluarkan uang kertas oleh BI adalah emisi 1970. Di era 1990-an, BI mengeluarkan uang kertas di denominasi Rp 20.000 (1992), Rp 50.000 dan Rp 100.000 (1999). BI melakukan ini untuk memenuhi kebutuhan bank dalam denominasi besar seiring dengan perkembangan ekonomi selama waktu itu.

Sementara itu, dalam sistem pembayaran, BI mulai untuk membangun sendiri sebagai kantor pusat perhitungan sesaat sebelum tahun 1954. Sebagai bank sentral, dari periode awal, BI melakukan yang terbaik untuk mengawasi dan meningkatkan sistem pembayaran tunai. Selain itu, BI telah berusaha keras untuk meningkatkan sistem pembayaran tunai di berbagai wilayah Indonesia dan luar negeri. Dari tahun 1980-an hingga tahun 1990-an, Indonesia telah menikmati pertumbuhan ekonomi yang luar biasa serta kenaikan volume transaksi untuk pembayaran non-tunai.

Sebagai akibatnya, BI mulai menerapkan sistem yang lebih efektif dan canggih untuk menyelesaikan transaksi pembayaran. Sejumlah sistem seperti berbasis komputer pribadi Semi otomatis lokal Clearance (SOKL) dan otomatis dan terpadu antar kantor Dana Transfer SAKTI, menggunakan sistem transaksi tanpa kertas yang terus dikembangkan dan ditingkatkan. Akhirnya, BI berhasil datang dengan banyak sistem elektronik seperti bantuan informasi dan transaksi elektronik (BI-LINE), Jakarta elektronik kliring sistem (SKEJ), Real Time Gross Settlement (RTGS), jarak kliring informasi sistem (SIKJJ) , intercity kliring dan Scriptless Securities Settlement System (S4). Semua ini telah membuat pembayaran non-tunai di Indonesia menjadi lebih mudah.

Keuntungan dari rekening bank lokal di Indonesia

  • Indonesia adalah suatu negara dengan masyarakatnya yang masih banyak memakai uang tunai sebagai alat pembayaran. Sebagian besar transaksi internasional, Pusat perbelanjaan dan restoran yang sering meyediakan pembayaran dengan bentuk tunai. Memiliki akses ke kartu perbankan lokal dan mesin ATM menghemat biaya Valuta dan harus membawa sejumlah besar uang.
  • Denominasi mata uang Indonesia terbesar adalah Rp 100.000 (sekitar USD 7,50), begitu banyak transaksi tunai memerlukan jumlah dari uang kertas. Anda sebagian besar bisa menghindari ini dengan menggunakan online banking dan ATM.
  • Pembayaran berbagai tagihan listrik lebih mudah melalui perbankan online.
  • Sejumlah vendor, termasuk maskapai penerbangan, kantor-kantor pemerintah dan banyak perusahaan negara Indonesia menerima pembayaran melalui transfer bank ataiu juga dengan sistem online.
  • Indonesia menggunakan jasa transfer bank untuk transaksi jumlah uang yang besar dan dianggap sangat tidak praktis jika dilakukan dengan menggunakan tansaksi uang tunai.
  • Bank sering menawarkan nilai tukar mata uang yang lebih baik daripada penukar uang dan jika anda membuka rekening mata uang asing dengan rekening Rupiah, anda dapat mudah mentransfer antara dua akun tersebut.

Persyaratan membuka rekening bank Indonesia

Meskipun persyaratan dari otoritas Jasa Keuangan (BOV Jasa Keuangan-OJK), Bank masih memerlukan setidaknya KITAS untuk membuka rekening bank. Selain itu, anda akan harus menunjukkan paspor atau identitas lainnya. Kadang-kadang anda mungkin diminta untuk menyediakan Surat referensi dari majikan atau sponsor anda.

* Jenis rekening bank di Indonesia

Tabungan – ini adalah jenis yang paling umum. Saat ini, online banking membuat jenis rekening ini sangat fleksibel. Anda dapat sering melakukan transfer real time untuk membayar tagihan atau juga pembelian. Transaksi paling umum termasuk membayar tagihan telepon, listrik dan transfer pedagang online lainnya. Anda harus menerima kartu bank (kartu ATM). Anda mendapatkan bunga atas tabungan anda, meskipun pada tingkat yang lebih buruk daripada yang anda lakukan untuk deposito berjangka. Perhatikan bahwa bunga secara otomatis adalah pajak 20% oleh bank.

Giro- fungsi-fungsi ini sama dengan rekening giro. Hal ini tidak umum untuk pribadi dan sebagian besar perusahaan masih menggunakan formulir ini untuk menulis cek.

Deposit- deposito berjangka atau deposito dalam Bahasa Indonesia membayar bunga yang lebih tinggi untuk menyimpan uang dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Biasanya 1, 3, 6 dan 12 bulan syarat tersedia.

Valuta Asing – sebagian besar Bank akan memiliki kemampuan untuk membuka rekening USD untuk Anda dan dalam mata uang lainnya, termasuk untuk EUR, RMB, AUD dan JPY. Tentu saja ini membayar banyak bunga yang lebih rendah daripada rekening Rupiah. Namun tetapi memberikan kemudahan perbankan dalam mata uang lain dan perisai Anda dari fluktuasi mata uang.

Pilihan perbankan

Hampir semua bank dapat memberikan pilihan perbankan untuk pelanggan yang menyimpan sejumlah besar uang. Pilihan perbankan sering membaerikan penghargaan anggotanya dengan tunjangan tambahan. Ini termasuk pelayanan pribadi, membebaskan dari banyak biaya perbankan dan seterusnya.

Mesin Teller otomatis (ATM)

ATM di Indonesia ada di mana-mana. Selain mudah melakukan penarikan, ATM dapat menangani transaksi lainnya seperti pembayaran tagihan, pembelian prabayar dan transfer orang ke orang. Anehnya, kebanyakan dari mereka tidak dapat menerima deposito. ATM yang dapat menerima deposito akan jelas ditandai seperti itu.

Anda mungkin dikenakan biaya pemakaian jika Anda menggunakan mesin ATM yang bukan milik bank Anda.

Jaringan ATM terbesar adalah ATM Bersama, yang menghubungkan hampir setiap bank besar ke dalam satu jaringan. Biaya pemakaian untuk menggunakan ATM dari bank berbeda, namun masih dalam jaringan ATM Bersama biasanya lebih rendah daripada menggunakan ATM bebas-jaringan. Beberapa bank bahkan melepaskan biaya pemakaian sepenuhnya.

ATM mengeluarkan tagihan atau Rp 50.000hingga Rp 100.000. Denominasi yang dibagikan akan biasanya ditulis pada mesin.

Anda dapat menggunakan bank negara asal anda atau kartu kredit untuk menarik Rupiah dari ATM. Mencari ATM yang menampilkan logo dari salah satu jaringan antar bank di seluruh dunia: Alto, Maestro, Cirrus, Plus, Master Card dan Visa.

Kartu kredit

Itu dimungkinkan untuk expat untuk mendapatkan kartu kredit Indonesia, namun mungkin ada tambahan rintangan yang harus diatasi, terutama untuk kartu kredit Indonesia pertama. Beberapa Bank Indonesia akan membutuhkan referensi dari nasabah atau bukti pendapatan lain. Selain itu, mereka mungkin memerlukan membuka Deposito berjangka sama dengan batas kredit untuk menjamin kartu.

Kartu kredit di Indonesia hampir tidak kompetitif seperti mereka berada di luar negeri. Hampir tidak ada kartu akan melepaskan biaya tahunan mereka. Program imbalan, jika ada, juga biasanya tidak berharga. Penyelesaian sengketa ini sering mendukung bank. Hal ini berlaku bahkan dalam kasus dimana ada pencurian atau penipuan, sehingga menjadi sangat berhati-hati dengan kartu. Satu hal yang positif adalah bahwa kebanyakan kartu akan bertindak sebagai kartu diskon di banyak vendor. Beberapa diskon dapat cukup menarik.

Fungsi penting perbankan dan Jasa

A. Fungsi dasar dari Bank

Fungsi utama dari sebuah bank yang juga dikenal sebagai fungsi perbankan. Mereka adalah fungsi utama bank.

Fungsi utama Bank yang dijelaskan di bawah ini.

1. Menerima deposit

Bank mengumpulkan deposito dari masyarakat. Ini dapat dari berbagai jenis, seperti:

  • Tabungan deposito
  • Deposito
  • Deposito saat ini
  • Deposito berulang

A. Tabungan deposito

Jenis simpanan mendorong kebiasaan tabungan di kalangan masyarakat. Bunga rendah. Saat itu sekitar 4% p.a. penarikan deposito diperbolehkan tunduk pada pembatasan tertentu. Ini sangat cocok untuk gaji dan upah Penerima. Ini dapat dibuka dalam nama atau nama-nama gabungan.

B. Deposito

Tingkat suku bunga yang lebih tinggi dibayar yang bervariasi dengan waktu deposit. Penarikan tidak diperbolehkan sebelum berakhirnya jangka waktu. Mereka yang memiliki kelebihan dana pergi untuk deposito.

C. Arus deposito

Jenis rekening ini dioperasikan oleh pengusaha. Penarikan diperbolehkan secara bebas. Tidak ada bunga yang dibayarkan. Bahkan, ada biaya layanan. Pemegang rekening dapat mendapatkan keuntungan dari fasilitas overdraft.

D. Deposito berulang

Jenis rekening ini dioperasikan oleh orang-orang gaji dan pedagang kecil. Sejumlah uang tertentu secara berkala didepositkan ke bank. Penarikan diperbolehkan hanya setelah berakhirnya periode tertentu. Dengan pembayaran bunga lebih tinggi.

2. Pemberian pinjaman dan kemajuan

Kemajuan Bank memberikan pinjaman untuk komunitas bisnis dan anggota lain dari masyarakat. Tingkat bunga yang dibebankan lebih tinggi daripada apa yang membayar deposito. Perbedaan suku bunga (suku bunga dan bunga Deposito) adalah laba.

Jenis pinjaman bank dan kemajuan adalah:

  • Rekening koran
  • Kredit uang tunai
  • Pinjaman
  • Diskon Bill of Exchange

A. Overdraft

Jenis yang diberikan kepada pemegang rekening. Akun terpisah tidak dikelola. Semua entri yang dibuat dalam rekening giro. Sejumlah sanksi sebagai cerukan yang dapat ditarik dalam periode tertentu waktu tiga bulan atau lebih. Bunga yang dikenakan pada jumlah penarikan yang sebenarnya. Fasilitas overdraft yang diberikan terhadap jaminan keamanan. Itu sanksi untuk pengusaha dan perusahaan.

B. Kredit cash

Dapat diberikan untuk pemegang rekening juga untuk orang lain yang tidak memiliki bank. Bunga yang dikenakan pada jumlah yang ditarik lebih dari batas. Kredit uang tunai diberikan terhadap keamanan berwujud aset atau jaminan. Kemajuan yang diberikan untuk jangka yang lebih panjang dan jumlah pinjaman yang lebih besar.

C. Pinjaman

Hal ini biasanya untuk jangka pendek mengatakan jangka waktu satu tahun atau jangka menengah mengatakan jangka waktu lima tahun. Sekarang, Bank meminjamkan uang untuk jangka panjang. Pembayaran uang dapat dalam bentuk jangka waktu angsuran atau dalam jumlah lumpsum. Bunga yang dikenakan pada jumlah yang sebenarnya, Apakah ditarik atau tidak. Pinjaman yang biasanya dijamin terhadap aset berwujud perusahaan.

D. Diskon Bill of Exchange

Bank dapat memberikan dengan diskon atau dengan membeli tagihan pertukaran tagihan baik domestik maupun mancanegara. Bank membayar jumlah tagihan atau ahli waris RUU oleh biaya diskon biasa. Pada saat jatuh tempo, RUU disajikan ke drawee atau penerima tagihan dan jumlah yang dikumpulkan.

B. Fungsi menengah dari Bank

Bank melakukan sejumlah fungsi sekunder, juga disebut sebagai fungsi-fungsi non-bank.

Fungsi-fungsi sekunder ini penting yang dijelaskan di bawah ini.

1. Badan fungsi

Bank bertindak sebagai agen pelanggannya. Bank melakukan sejumlah fungsi badan yang meliputi:-

  • Transfer dana
  • Koleksi cek
  • Pembayaran periodik
  • Manajemen portofolio
  • Periodik koleksi
  • Fungsi badan lain

A. Transfer dana

Bank transfer dana dari satu Bank ke yang lain atau dari satu tempat ke yang lain.

B. Koleksi cek

Bank mengumpulkan uang melalui bagian dari pelanggannya. Bank juga mengumpulkan uang bills of Exchange.

C. Pembayaran periodik

Pada berdiri instruksi klien, bank membuat pembayaran periodik dari tagihan listrik, menyewakan dan lain sebagainya.

D. Manajemen portofolio

Bank juga menyanggupi untuk membeli dan menjual saham dan debentures atas nama klien dan sesuai debet atau kredit account. Fasilitas ini disebut manajemen portofolio.

E. Periodik koleksi

Bank mengumpulkan gaji, pensiun, dividen dan koleksi lain periodik atas nama klien.

F. Fungsi badan lain

Mereka bertindak sebagai pengawas, Pelaksana, penasihat dan administrator atas nama kliennya. Mereka bertindak sebagai wakil-wakil dari klien untuk berurusan dengan bank dan lembaga lain.

2. Fungsi Umum utilitas

Bank juga melakukan fungsi utilitas umum, seperti:-

  • Masalah konsep, Surat kredit dan lain sebagainya.
  • Ganti Fasilitas
  • Penjaminan penerbitan saham
  • Berurusan dalam Valuta Asing
  • Laporan kegiatan
  • Program-program kesejahteraan sosial

A. Masalah draft dan Surat kredit

Bank menerbitkan draft untuk mentransfer uang dari satu tempat ke yang lain. Itu juga masalah Surat kredit, terutama dalam kasus, perdagangan impor. Itu juga masalah cek.

B. Locker Fasilitas

Bank menyediakan fasilitas loker untuk tahanan aman dokumen berharga, perhiasan emas dan barang berharga lainnya.

C. Underwriting saham

Bank melihat saham dan debentures melalui divisi perbankan pedagang.

D. Berurusan dalam Valuta Asing

Bank-bank komersial diperbolehkan oleh RBI untuk berurusan dengan Valuta Asing.

E. Proyek laporan

Bank mungkin juga melakukan untuk mempersiapkan laporan proyek atas nama kliennya.

Hubungan perbankan dengan pemerintah dan Internasional

  • Bank Indonesia bertindak sebagai pemegang kas Pemerintah.
  • Bank Indonesia untuk atas nama pemerintah dapat menerima pinjaman luar negeri.
  • Pemerintah wajib meminta pendapat Bank Indonesia atau mengundang Bank Indonesia dalam sidang kabinet yang membahas masalah ekonomi.
  • Bank Indonesia memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah mengenai RAPBN.
  • Pemerintah akan menerbitkan surat-surat utang negara wajib berkonsultasi dengan Bank Indonesia.
  • Bank Indonesia di larang memberikan kredit kepada pemerintah.
  • Bank Indonesia dapat melakukan kerjasama dengan Bank sentral lainnya, organisasi dan lembaga internasional.

Wewenang lembaga perbankan atau simpanan

  • Menetapkan dan memungut premi penjaminan.
  • Menetapkan dan memungut kontribusi pada saat Bank pertama kali menjadi peserta.
  • Melakukan pengelolaan kekayaan dan kewajiban LPS.
  • Mendapatkan data simpanan nasabah, data kesehatan Bank, laporan keuangan Bank dan laporan hasil pemeriksaan Bank sepanjang tidak melanggar karahasiaan Bank.
  • Melakukan rekonsiliasi, verifikasi atau konfirmasi atas dana simpanan nasabah, data kesehatan Bank, laporan keuangan Bank dan laporan pemeriksaan Bank.
  • Menetapkan syarat, tata cara dan ketentuan pembayaran klaim.
  • Menunjuk, menguasakan dan atau menugaskan phak lain untuk bertindak bagi kepentingan dan atau atas nama LPS, guna melaksanakan sebagai tugas tetentu.
  • Melakukan penyuluhan kepada Bank dan masyarakat tentang penjamin simpanan.
  • Menjatuhkan sanksi administrasi.

Sumber hukum perbankan Indonesia

  • Undang-undang dasar 1945( Amandemen ).
  • Undang-undang pokok di bidang perbankan dan Undang-undang pendukung sektor ekonomi, UU no 7 tahun 1992 tentang perbankan perubahannya UU no 10 tahun 1998 dan UU no 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia beserta perubahannya yaitu UU no 3 tahun 2004 dan UU no 24 tahun 2004 tentang lembaga penjamin simpanan.
  • Kitab UU hukum perdata, kitab UU hukum dagang dan kitab UU hukum pidana.
  • Peraturan pemerintah.
  • Peraturan Presiden (Perpres).
  • Keputusan menteri keuangan.
  • Peraturan Bank Indonesia.

Upaya restrukturisasi perbankan

  • Sebagai upaya membangun kembali kepercayaan Masyarakat terhadap sistem keuangan dan perekonomian Indonesia, Bank Indonesia telah menempuh langkah Restrukturisasi perbankan yang komprehensif.
  • Restrukturisasi perbankan tersebut dilakuakn melalui upaya memulihkan kepercayaan Masyarakat, program rekapitalisasi, program restrukturisasi kredit, penyempurnaan ketentuan perbankan dan peningkatan fungsi pengawasan bank.

Sistem pengawasan Bank oleh Bank Indonesia

1. Pengawasan Berdasarkan kepatuhan

Menekankan pemantauan kepatuhan Bank untuk melaksanakan ketentuan yang terkait dengan operasi dan pengolaan Bank. Ini bertujuan untuk Bank beroperasi dan dikelola secara baik dan benar.

2. Pengawasan berdasarkan resiko

Pendekatan pengawasan yang berorientasi ke depan. Di fokuskan pada resiko yang melekat pada aktifitas fungsional Bank serta sistem pengendalian resiko. Otoritas BI proaktif melakukan pencegahan permasalahan potensial Bank.

Jenis resiko Bank

Resiko hukum. Resiko adanya kelemahan aspek Yuridis. Kelemahan aspek Yuridis antara lain: Tuntutan hukum, ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mendukung atau kelemahan perikatan seperti tidak di penuhinya syarat sahnya kontrak.

Resiko reputasi. Resiko adanya publikasi negatif terkait kegiatan usaha Bank atau persepsi negatif terhadap Bank.

Resiko strategik. Resiko adanya penetapan dan pelaksanaan strategi pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang responsif terhadap perubahan eksternal.

Resiko kepatuhan. Resiko yang di sebabkan Bank tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku.

Gays, demikian apa yang telah kami sampaikan seperti yang ada di atas mengenai Bank dapat dijadikan sebagai sumber bacaan yang sangat bermanfaat serta berguna bagi banyak pembacanya. Semoga sumber bacaan ini dapat menjadikan pwmbelajaran penting bagi pembacanya. Selamat membaca dan sampai bertemu kembali dengan artikel bermanfaat lainnya.