Apa Perbedaan Usus Besar Dan Usus Kecil? Ini Jawabannya

1632 0

Setiap manusia memiliki bagian-bagian organ tubuh yang penting didalamnya. Walaupun semuanya dikatakan penting, tetapi bagian yang sangat berhubungan dengan pencernaan dan yang terpikirkan oleh kita pasti usus kecil dan usus besar. Apabila sedang membahas mengenai kedua usus tersebut, apa saja yang dapat kita ambil mengenainya? Untuk lebih jelasnya, simak saja seperti yang ada dibawah ini.

Penjelasan Usus Halus (Usus Kecil)

Usus halus adalah bagian organ tubuh manusia yang biasa disebut sebagai alat pencernaan yang letaknya dibawah lambung. Bentuk dari usus besar adalah seperti tabung panjang yang berkelok-kelok. Secara umum, fungsi dari usus halus dikatakan untuk mencerna serta menyerap makanan. Berdasarkan bentuknya, ukuran usus halus pada orang dewasa sekitar 2 cm dan panjang sekitar lebih 6 meter.

Fungsi usus halus

Dengan fungsi usus halus yang telah dijelaskan sedikit diatas, fungsi lain dari usus halus juga dapat diuraikan seperti yang ada pada berikut ini.

  • Usus halus dikatakan dapat memecah makanan dari lambung hingga menjadi sesuatu yang lebih kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh. Ini biasanya dilakukan pada bagian usus yang disebut Usus Dua Belas Jari atau Duodenum.
  • Berikutnya, usus halus atau usus kecil juga dikenal dengan fungsi menyerap berbagai macam kandungan yang ada pada makanan seperti air karbohidrat, protein, vitamin serta dan masih banyak lagi. Fungsi tersebut adalah tugas dari Usus Kosong atau Jejunum.
  • Fungsi dari usus halus yang selanjutnya adalah sebagai penyerap gram, vitamin B serta bagian makanan yang tak diserap oleh Jejunum. Ini biasanya dilakukan oleh bagian dari usus kecil yaitu Usus Penyerapan atau yang disebut Ileum.

Struktur atau lapisan usus halus

Dari beberapa fungsi usus halus yang dijelaskan diatas, usus halus juga memiliki beberapa lapisan yang dapat digolongkan menjadi:

  • Lapisan Serosa. Ini adalah bagian dari lapisan usus halus yang letaknya berada pada bagian terluar yang memiliki pembuluh darah, limfe dan saraf. Usus halus yang memiliki lapisan serosa seperti jaringan ikat yang ditutupi oleh peritoneum visceral. Selain itu, lapisan serosa juga memiliki yang disebut dengan rongga kecil yang dianggap sebagai tempat keluarnya cairan serosa. Dari adanya cairan serosa, ini dianggap sebagai pelumas atau melicinkan gerakan otot.
  • Lapisan otot. Usus halus yang memiliki lapisan otot dikatakan sebagai lapisan otot polos yang bekerja tanpa diketahui oleh tubuh. Lapisan otot juga memiliki 2 jenis serabut otot seperti serabut otot longitudinal (memanjang) serta serabut otot sirkuler (melingkar). Kedua jenis serabut ini dikatakan dapat menghasilkan suatu gerak yang dikenal gerakan peristaltik usus yang bertugas sebagai pemecah makanan dan membawanya pada organ pencernaan berikutnya.
  • Lapisan submukosa. Ini merupakan jaringan ikat longgar yang memiliki pembuluh darah, limfe, saraf dan kelenjar lendir. lapisan submukosa yang memiliki pembuluh darah sangat berperan penting sebagai pengedar atau menyebarkan makanan yang diserap.
  • Lapisan Mukosa. Ini tersusun oleh sel epitel sederhana serta jaringan ikat tipis. Dikatakan, lapisan mukosa mempunyai sel goblet yang mampu menghasilkan lendir. Lendir tersebut adalah hasil dari sekresi kelenjar yang ada pada usus halus.

Bagian-bagian usus halus

Usus halus merupakan bagian yang penting dalam tubuh manusia. Dari adanya usus halus, usus halus juga memiliki berbagai macam bagian yang juga penting untuk diketahui seperti yang disebutkan dibawah ini.

1. Duodenum (Usus Dua Belas Jari)

Usus dua belas jari merupakan bagian dari usus halus yang letaknya tepat dibawah lambung. Panjang dari usus yang satu ini kurang lebih sekitar 25 (10 inch) hingga 38 cm (14,8 inch). Ini adalah yang paling pendek dari usus lainnya. Usus halus yang dikatakan juga memiliki struktur histologis atau kelenjar brunner sebagai penghasil lendir yang  bertujuan untuk membantu meyerap serta menetralkan tingkat pH pada makanan.

Bagian dari usus ini yang juga disebut sebagai organ retroperitoneal karena tidak semuanya ditutupi oleh selaput peritoneum. Lambung yang mencerna makanan kemudian dikirimkan ke usus dua belas jari dan ini disebut sebagai Chyme.

2. Jejunum (Usus Kosong)

Bagian dari usus halus ini dianggap sebagai bagian tengah pada usus halus. Ini lebih panjang dari pada usus dua belas jari sekitra 1 hingga 2,5 meter. Dari letaknya yang menggantung, pergerakan jejunum dikatakan akan terjadi selama berlangsungnya proses pencernaan. Ini juga memiliki tonjolan yang ada pada permukaan dengan bentuk seperti jari yang dikenal sebagai vili dimana vili atau tonjolan tersebut yang terkenal dengan fungsinya sebagai penyerap nutrisi pada makanan.

3. Ileum (Usus Penyerapan)

Bagian usus ini disebut sebagai bagian yang paling akhir. Sebagai sistem pencernaan manusia, ileum atau usus penyerapan dikatakan panjangnya mencapai sekitar 2 hingga 4 meter. Sama seperti jejunum dimana ileum yang jkuga memiliki vili atau tonjolan serta dengan fungsi yang sama sebagai penyerap nutrisi.

Dalam tubuh setiap manusia memiliki dua usus yang disebut sebagai usus besar dan usus kecil. Usus kecil atau usus halus telah dijelaskan secara lengkap diatas. Dan berikutnya juga akan membahas banyak mengenai usus besar.

Penjelasan Usus Besar

Selain dari usus halus atau usus kecil, usus besar juga merupakan bagian dari organ pencernaan yang ada dalam tubuh setiap manusia. Ini dikenal sebagai lanjutan dari usus halus. Secara umum, fungsi utama dari usus besar adalah sebagai penyerap makanan yang tidak mampu diserap oleh usus besar. Ini juga dapat mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh karena adanya penyerapan air dan garam. Dari adanya penyerapan tersebut, usus besar juga memiliki peran yang sangat penting pada pembentukan konsistensi feses. Ukuran dari usus besar tersebut dikatakan dapat mencapai sekitar 6 cm dengan panjang 1,5 meter.

Fungsi usus besar

Tidak hanya usus halus yang memiliki fungsi lain, akan tetapi usus besar juga memiliki fungsi lain seperti yang disebutkan dibawah ini.

  • Usus besar dikatakan sebagai penyerap cairan serta garam dari makanan yang dimakan.
  • Sebagai penjaga keseimbangan cairan dari penyerapan air yang ada dalam saluran pencernaan.
  • Dapat memproduksi vitamin K dimana vitamin K tersebut berfungsi sebagai suatu komponen pembekuan darah.
  • Sebagai pelindung saluran pencernaan dari adanya lendir dan bekteri.
  • Dari adanya larutan alkali, ini dapat menjaga keseimbangan pH makanan serta dapat menetralisir keasaman makanan dari adanya bakteri yang menghasilkan lemak.
  • Ini juga sebagai tempat tersimpannya sisa-sisa makanan yang tidak diperlukan oleh tubuh sehingga dikeluarkan dalam bentuk kotoran.

Struktur atau lapisan usus besar

Sama dengan usus halus yang disebutkan diatas, usus besar juga memiliki lapisan yang akan disebutkan pada uraian yang ada di bawah ini.

  • Lapisan Serosa. Ini adalah lapisan terluar yang juga memiliki darah, limfe dan saraf. Usus besar yang memiliki lapisan serosa dikatakan ditutupi oleh yang namanya peritoneum visceral. Dikatakan, lapisan serosa mempunyai rongga kecil yang dikenal sebagai tempat keluarnya cairan serosa. Cairan tersebut dikenal dengan fungsi sebagai pelicin atau melicinkan gerakan otot.
  • Lapisan otot. Ini dianggap sebagai lapisan otot polos dimana ia bekerja tanpa diketahui oleh tubuh. Ini juga memiliki 2 jenis serabut otot seperti serabut otot longitudinal (memanjang) dan serabut otot sirkuler (melingkar). Dari keduan jenis serabut otot tersebut, bisa menghasilkan gerakan yang disebut peristaltik usus. Fungsi dari gerakan itu adalah sebagai pemecah makanan dan dilanjutkan dengan membawanya kepada bagian organ pencernaan yang berikutnya.
  • Lapisan submukosa. Ini bisa disebut sebagai lapisan jaringan ikat longgar yang terdiri dari pembuluh darah, limfe, saraf dan kelenjar lendir. Lapisan Submukosa yang memiliki pembuluh darah sangat berperan penting sebagai pengedar makanan yang diserap.
  • Lapisan Mukosa. Lapisan tersebut dikatakan tersusun oleh sel epitel sederhana dan jaringan ikat tipis. Lapisan yang satu ini juga mempunyai sel goblet sebagai penghasil lendir. Lendir tersebut adalah hasil dari sekresi kelenjar yang ada pada usus besar. Ini juga berasal dari adannya pengaruh hormon sekretin dan enterokirin yang dikenal sebagai intestinal juice.

Bagian-bagian usus besar

Usus besar juga memiliki berbagai macam bagian seperti apa yang tertulis dibawah ini.

1. Sekum (Caecum)

Yang dimaksudkan dengan sekum atau caecum disini adalah usus besar bagian pertama yang bentuknya hampir menyerupai kantong. Sekum juga bisa disebutkan sebagai penggabungan usus halus yang terakhir atau ileum dengan usus besar bagian pertama atau sekum. Ukuran sekum dengan panjangnya sekitar 7 cm yang berfungsi sebagai penyerap nutrisi yang tak dapat terserap oleh usus halus.

2. Kolon Asenden

Ini adalah kolon dimana bentuknya yang memanjang dari dasar perut hingga ke hati. Ini juga dapat disebutkan sebagai bagian pertama atau yang terdepan atau awal pada usus besar. Kolon asenden juga berfungsi sebagai penyerap makanan yang belum diserap oleh usus halus.

3. Kolon Tranversum

Bentuk horizontal dari kolon tranversum adalah lanjutan dari kolon asenden. Bagian dari usus besar ini memiliki tugas untuk menopang pelekatannya pada perut yang disebut jaringan omentum. Fungsi bagian usus besar yang satu ini sebagai penyempurna serapan nutrisi serta membantu memadatkan feses.

4. Kolon Desenden

Bagian yang satu ini juga sebagai lanjutan dari kolon tranversum dimana pergerakannya mengarah hingga ke kolon sigmoid. Selayaknya untuk diketahui, fungsi dari kolon desender adalah penampungan sementara feses serta membantu mengatur kepadatan feses.

5. Kolon Sigmoid

Kolon sigmoid yang dianggap sebagai lanjutan dari kolon desenden memiliki ukuran yang pendek dengan bentuk seperti huruf S. Letak kolon sigmoid pada sebelah kiri bawah perut serta mempunyai jaringan otot yang kuat. Kolon sigmoid dikenal dengan fungsi penekan feses supaya mengarah pada rektum.

6. Rektum

Rektum adalah bagian dari usus besar terakhir yang memiliki lapisan mukosa tebal dan banyaknya pembuluh darah. Rektum memiliki fungsi utama sebagai tempat sementara feses yang akan dikeluarkan dari anus. Feses yang menumpuk akan merangsang saraf rektum untuk mengeluarkan kotoran dari sisa makanan melalui anus.

Proses Pencernaan Makanan Usus Halus dan Usus Besar

Sesuai apa yang kita ketahui, usus besar dan usus kecil merupakan bagian pencernaan yang ada dalam tubuh manusia. Dalam setiap memproses makanan, kedua usus tersebut memiliki cara tersendiri seperti yang ada di bawah ini.

  • Proses pencernaan makanan pada usus halus

Setiap makanan yang telah masuk kedalam mulut akan dicerna hingga menjadi bubur. Ini adalah istilah makanan yang dicerna oleh lambung. Setelah lambung mencerna makanan dengan baik, selanjutnya makanan tersebut akan memasuki atau mengarah pada usus dua belas jari. Katub yang membatasi lambung dengan usus besar disebut sebagai Klep sfingter pilorik. Dengan adanya katub tersebut, secara perlahan katub akan terbuka dengan mengantarkan makanan yang sudah berubah menjadi bubur dan msuk kedalam usus dua belas jari. Istilah Kim dari lambung memiliki sifat asam dari adanya pengaruh HCL. Lalu, enzim yang ada dalam usus halus akan bekerja pada tingkat pH yang basa.

Dari itu, dinding duodenum yang menghasilkan hormon sekretin akan merangsang pankreas supaya bisa mengeluarkan natrium bikarbonat (NaCO3) sebagai penetral keasaman Kim. Bagian pertama dari usus halus adalah Duodenum yang dianggap sebagai muara bagi kelenjar pencernaan seperti hati dan pankreas. Usus halus juga menghasilkan hormon pencernaan karena perannya sebagai kelenjar pencernaan.

Dari adanya natrium bikarbonat, enzim yang ada dalam usus duodenum bisa malakukan tugasnya dengan sebaik mungkin. Dengan itu, penkreas akan mengsekresikan sebagian enzim pencernaan secara kimiawi. Hati yang dianggap sebagai kelenjar pencernaan yang menghasilkan empedu dari adanya perubahan sel eritrosit. Cairan yang ada dalam empedu dikatakan sangat penting dalam mencerna lemak. Ini disebabkan oleh adanya molekul lemak yang hanya dapat dipecah oleh lipase dalam keadaan tercampur dengan cairan empedu. Apabila mengalami gangguan pada fungsi hati biasanya dianjurkan untuk tidak atau mengurangi konsumsi makanan yang berlemak.

Dengan itu, enzim juga dapat dihasilkan oleh dinding usus halus seperti maltase (memecah maltosa), sukrase (memecah sukrosa), laktase (memecah laktosa), nuklease (memecah asam nukleat). Makanan yang dicerna oleh usus halus dianggap sebagai proses mencerna makanan secara vital. Makanan yang telah menjadi nutrisi kembali akan diserap oleh usus yang disebut usus illeum atau usus penyerapan. Makanan yang memiliki unsur seperti vitamin, mineral dan air tidak akan lagi dicerna karena ukurannya mikromolekul yang dapat diserap oleh tubuh dengan cepat.

Selain itu, tahapan dalam mencerna makanan pada usus halus disebut sebagai digesti dan absorpsi. Dan makanan yang tak bisa dicerna oleh tubuh akan ditolok ke usus besar agar bisa dieliminasi atau dibersihkan.

  • Proses pencernaan makanan pada usus besar

Setelah makanan diproses oleh usus halus, selanjutnya akan diproses melalui usus besar yang disebut sebagai eliminasi atau pembuangan sisa makanan yang tidak bisa dicerna oleh tubuh yang dikeluarkan dari anus dalam bentuk feses. Proses pembuangan feses tersebut disebut sebagai Defekasi atau BAB. Pada usus besar ada yang namanya Ecoli yang berperan sebagai memfermentasikan sisa makanan.

Selain melalui proses fermentasi, air pada sisa makanan juga akan diserap hingga bentuknya menjadi padat. Bagi seseorang yang menderita diare, feses bisanya akan encer yang dikarenakan belum terserapnya air dengan sempurna. Semakin banyak makanan yang masuk, maka akan semakin banyak pula sisa makanan sehingga sisa makanan yang baru, maka sisa makanan yang lama akan terdorong hingga mendekati rektum atau muara anus sehingga terjadinya proses pembuangan.

Perbedaan Usus Halus Dan Usus Besar

Walaupun sama-sama dikatakan sebagai alat pencernaan, tetapi keduanya memiliki perbedaan yang pantas untuk kita ketahui seperti:

  • Ukuran usus halus dikatakan lebih panjang dibandingkan dengan usus besar.
  • Diameter usus halus lebih kecil dibandingkan dengan usus besar.
  • Daya tampung usus halus dikatakan lebih kecil jika dibandingkan dengan daya tampung usus besar.
  • Usus halus dikatakan mempunyai mesenterium yang mampu melintasi garis tengah fosa iliaka kanan. Dan usus besar tidak melakukan hal tersebut.
  • Usus besar dikatakan memiliki lemak yang menempel pada dinding yang disebut sebagai ‘lampiran epiploicae’ dan usus halus tidak.
  • Bentuk usus halus dikatakan seperti tabung panjang dan usus besar seperti kantung.
  • Usus halus yang memiliki otot longitudinal dapat membentuk lapisan kontinyu dan usus besar dapat membentuk yang disebut dengan ‘taniae coli’.
  • Usus halus mempunyai vili dan ini tidak dimiliki oleh usus besar.
  • Usus halus bagian dalam dimana dindingnya mempunyai lipatan permanen atau disebut sebagai plicae circulares dan pada dinding usus besar tidak terdapat lipatan.
  • Agregasi jaringan limfoid yang hanya ada dalam selaput lendir usus halus dan ini tidak hadir pada usus besar gastro intestinal.
  • Fungsi usus halus berbeda dengan usus besar dimana usus halus sebagai pencerna makanan serta menyerap nutrisi. Dan usus besar hanya menyerap zat tertentu dari makanan yang tak dapat dicerna oleh tubuh.

Dari apa yang telah dibahas diatas semoga dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan anda. Sampai disini dulu artikel ini kami berikan dan sampai berjumpa kembali dengan artikel kami yang lainnya. Selamat membaca.