Jenis Serta Perbedaan Hormon Pria Dan Wanita

147 0

Dalam tubuh manusia terdapat banyak sekali hormon. Hormon pada tubuh manusia yang dimaksudkan disini adalah suatu zat kimia yang berasal dari sel kelenjar atau disebut kelenjar endokrin yang dikatakan berguna sebagai pembawa kimiawi dari satu sel ke sel yang lainnya.

Dalam metabolisme tubuh manusia, peran hormon dikatakan sangat penting yang hampir sama dengan enzim. Namun, bedanya disini adalah enzim mampu mempercepat reaksi metabolisme dan hormon berperan penting sebagai pengontrol fungsi tubuh dalam menentukan tingkat metabolisme.

Hormon Manusia Beserta Fungsinya

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa sahnya hormon sangat berperan penting dalam tubuh manusia. Nah berikut ini adalah beberapa jenisa serta fungsi hormon.

  • Adiponektin (Acrp30)

Ini adalah jenis hormon atau protein yang asalnya dari jaringan adipose atau lemak di dalam tubuh. Fungsi dari jenis hormon yang satu ini sebagai pengontrol proses metabolisme serta juga dapat membantu pencegahan penyakit seperti aterosklerosis, obesitas, penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD) , diabetes tipe-2 dan lain sebagainya.

  • Aldesteron (Hormon steroid)

Ini adalah salah-satu jenis hormon dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai pendorong reabsorpsi natrium dalam ginjal serta juga dapat menambah jumlah darah sehingga ginjal dapat melepaskan kalium dan hydrogen. Selain itu, hormon yang satu ini juga dapat meningkatkan kadar air juga menaikkan tekanan dalam darah.

  • Androstenedion

Ini adalah jenis hormon yang ada di dalam Kelenjar adrenal dan gonad. Fungsi dari hormon ini adalah untuk mendorong atau mendukung produksi estrogen di sel granulosa yang dilakukan dengan cara menyediakan substrat andtrostenedion.

  • Hormon antidiuretik (ADH) (Vasopresion arginine vasopressin)

Ini adalah hormon yang ada dalam hipofisis posterior dengan fungsi untuk mengeluarkan ACTH di hipofisis anterior serta membuat vasokontriksi atau penyempitam pembuluh darah ke tingkat menengah dan juga dapat meningkatkan jumlah air pada ginjal.

  • Angipstensinogen dan angiostensin (AGT)

Hormon yang satu ini dikatakan hormon yang berada dalam hati dengan fungsi untuk mengeluarkan aldosteron atau hormon steroid dari korteks adrenal dipsogen serta dapat menimbulkan penyempitan pembuluh darah atau yang disebut sebagai vasokonstriksi.

  • Hormon adrenokortikotropik (ACTH)

Hormon yang satu ini dikatakan terdapat pada komponen seperti hipotalamus yang berfungsi sebagai peningkat penyerapan lipoprotein ke dalam sel kortikal yang menghasilkan banyak koleterol untuk sel-sel korteks adrenal. Selain itu, fungsi lain dari homon ini juga sebagai pengangkut kolesterol yang ada pada mitokondria atau salah-satu bagian dari orgenel sel dan juga mampu merangsang hidolisis.

  • Antimullerian hormone (AMH)

Ini adalah hormon yang terdapat pada testis dengan fungsi sebagai pembatas sekresi prolaktin serta sebagai penghambat berkembangnya saluran Mullerian atau hormon anti muleri yang berasal dari sel granulosa pada rahim.

  • Atrial-natriuretic peptide (ANP)

Hormon ini ada dalam jantung dengan fungsi sebagai peningkat kecepatan proses pembuangan sisa metabolisme yang tak berguna serta membawa natrium dan air. Ini juga dapat melepaskan asam lemak yang berasal dari jaringan adipose atau jaringan yang tersusun atas lipid atau lemak.

  • Brain natriuretic peptide (BNP)

Ini adalah hormon yang berasal dari jantung dengan fungsi sebagai penurun tekana darah dan mampu mengurangi hambatan aliran darah dalam pembuluh darah serta juga mampu menurunkan tingkat air dalam darah, sodium dan juga lemak.

  • Calcidiol (25-Hidroksivitamin D3 atau bentuk tidak aktif vitamin D3)

Ini adalah hormon yang berasal dari kulit ginjal yang berfungsi untuk mencari tau keadaan vitamin D serta juga dapat mendorong atau meningkatkan penyerapan kalsium pada usus.

  • Kalsitonim (CT)

Fungsi dari hormon ini adalah sebagai penurun kadar kalsium dalam darah dengan melakukan penghambatan penyerapan kalsium dalam usus dan ginjal serta membuang sisa metabolisme dalam bentuk urin dan juga sebagai penghambat kegiatan sel raksasa atau osteoklas yang ada pada tulang.

  • Cholecystokinin (CCK) (hormon peptide)

Fungsi dari homon ini adalah melepaskan enzim dalam pankreas dan empedu dikantong empedu serta mengatasi kelaparan dalam sistem pencernaan.

  • Hormon corticotrophin, releasing (CRH)

Ini berfungsi sebagai respon terhadap stres dengan melakukan pelepasan ACTH serta menentukan kehamilan dan juga merangsang terjadinya nifas atau darah yang keluar dari rahim saat melahirkan atau setelah melahirkan.

  • Kortisol (hormone steroid) (Glukokortikoid)

Fungsi hormon yang satu ini dikatakan sebagai penghasil respon stress dan meningkatkan dengan memberikan pengaruh terhadap metabolisme nutrisi atau tingkat glukokortikoid darah serta pengatur metabolisme glukosa hingga menjaga sistem kekebalan tubuh. Hormon ini dikatakan terdapat pada korteks adrenal yang juga dapat membantu mendorong metabolism lemak, protein dan karbohidrat. Ini juga dapat merangsang terbentuknya paru-paru pada janin.

  • Dhydroepiandrosterone (DHEA) (hormone steroid)

Ini terdapat pada beberapa bagian tubuh manusia seperti testis, ginjal, ovarium dengan fungsi mevirialisasi atau terbentuknya sifat maskulin yang berlebihan.

  • Dopamin (DPM/PIH/DA) (prolaktin penghambat hormone)

Hormon ini dikatakan ada pada hipotalamus atau bagian dari otak dan juga pada ginjal. Ini juga dapat meningkatkan denyut jantung serta tekana darah. Selain itu juga memiliki kemampuan dalam mengatur pola tidur memori kerja, mood, serta konsentrasi dan keterampilan belajar.

  • Dihidrostestoteron (DHT)

Ini dapat meningkatkan produksi hormon pada prostat, folikel rambut, testis dan pada kelenjar adrenal. Ini juga sebagai salah-satu hormon yang berhubungan dengan kebotakan laki-laki serta pertumbuhan prostat.

  • Endotelin

Walaupun hanya memiliki satu jenis protein, tetapi fungsi dari hormon yang satu ini mengkontrksi otot-otot halus perut.

  • Enkephalin (Endorfin)

Ini merupakan hormon yang terdapat pada ginjal yang berfungsi untuk mengatur nyeri.

  • Estradiol (E2)

Estradiol adalah hormon yang ada pada testis laki-laki dan juga pada ovarium perempuan. Pada laki-laki, fungsi dari homon ini sebagai pencegah kematian sel atau apoptosis dan fungsinya pada perempuan dengan perannya dalam pembekuan darah serta menyeimbangkan cairan, memperlancar fungsi paru-paru, menjaga kesehatan pada pembuluh darah serta kulit dan lain sebagainya. Ini juga dapat meningkatkan pembakaran lemak, pertumbuhan rahim serta pembentukan tulang dan lain sebagainya. Hal ini juga dapat menyebabkan dalam menentukan tinggi badan tubuh, membantu massa otot dan mengurangi gerakan di dalam usus.

  • Estron (E1)

Estron adalah hormon pada tubuh manusia yang ada pada ovarium serta jaringan adipose dengan fungsi untuk membantu menjaga kesehatan menyeluruh yang utama pada wanita pada saat menopause.

  • Estradiol (E3)

Hormon ini ada pada plasenta pada masa kehamilan yang berfungsi untuk membantu menjaga rahim selama hamil.

  • Folicle-stimulating hormone (FSH)

Ini merupakan hormon yang terdapat pada kelenjar hipofisis anterior dengan fungsi merangsang produksi protein antrogen serta dapat mengatur pertumbuhan, pubertas dan proses reproduksi di dalam tubuh.

  • Growth hormone-releasing hormone (GHRH)

Hipotalamus adalah bagian dari otak yang memiliki hormon tersebut. Fungsi dari hormon ini adalah sebagai pemicu pelepasan pertumbuhan hormon pada kelenjar hipofisis anterior.

  • Thyroid-stimulating hormone (TSH) (Thyrotropin)

Hormon ini dikatakan ada pada kelenjar hipofisis anterior yang berfungsi untuk mengatur pelepasan tiroksin atau hormon utama yang dihasilkan oleh kelenjar gondok yang mempengaruhi metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh.

  • Insulin

Tubuh manusia memiliki insulin yang dikatakan ada pada pankreas. Fungsi dari hormon ini adalah sebagai pengatur metabolisme karbohidrat dan lemak serta juga berguna dalam menjaga kadar glukosa dalam darah yang dilakukan dengan cara meningkatkan menyerap  glukosa pada hati, otot dan jaringan lemak.

  • Testosteron (hormone steroid)

Ini ada pada laki-laki dan juga wanita dimana terdapat pada testis laki-laki dan pada ovarium perempuan dengan fungsi sebagai penentu kepadatan tulang serta kekuatan otot. Bagi laki-laki, ini juga sebagai penentu terhadap pertumbuhan jakun, jenggot, bulu ketiak, bulu dada, bulu kaki dan lain sebagainya.

  • Luteinizing hormone (LH) (lutropin)

Fungsi dari hormon yang satu ini dianggap sebagai pengatur ovulasi atau proses pelepasan telur yang telah matang pada wanita.

  • Epinefrin (EPI)

Fungsi dari hormon ini dikatakan mampu meningkatkan kebutuhan oksigen dan glukosa otak serta otot.

  • Calcitriol

Jenis hormon ini terdapat pada kulit ginjal yang juga sebagai pengontrol kalsium sehingga penyerapan kalsium meningkat serta membantu melepaskan kalsium kedalam darah.

  • Antimullerian hormone (AMH)

Ini merupakan jenis protein yang ada pada testis dengan fungsi penghambatan perkembangan mullerian atau zat yang diproduksi oleh sel garnulosa dalam volikel ovarium atau rahim.

Perbedaan Hormon Pria Dan Wanita

Hormon pada setiap pria dan wanita dikatakan berbeda. Lalu apa yang membedakan dari hormon pria dan wanita? Wanita dikatakan mempunyai kemampuan yang sangat berbeda dengan lelaki dimana daya pikirnya lebih hebat daripada lelaki. Ini disebabkan oleh produksi hormon pada wanita lebih besar dibandingkan dengan pria.

Selain itu, hormon pria dan wanita juga dikatakan berbeda pada saat terjadinya pertumbuhan atau pembentukan jenis kelamin. Bukan hanya itu saja, perbedaan hormon pria dan wanita juga dapat diketahui dimana hormon pada pria memiliki hormon testoteron sebanyak 20 kali lebih banyak. Inilah mengapa pria lebih agresif pada saat melakukan seks.

Sewaktu remaja, seorang pria dikatakan akan mengalami berkembangnya testoteron yang ditandai dengan pada saat melewati masa pubertas. Walaupun ini dikatakan suatu hal yang sangat umum, tetapi otak pada pria akan mengalami pergolakan atau rasa tak tenang sewaktu sekolah karena merasa terkekang. Pada masa tersebut, yang ada pada otak pria hanyalah mencari kebebasan dan petualangan.

Selanjutnya, pria yang sudah dewasa dan secara otomatis akan mengalami perubahan dengan adanya rangsangan seksual yang dikarenakan mulai berkurangnya testosteron serta adanya prolaktrin tinggi.

Selain itu, setiap lelaki juga akan mengalami perubahan pada saat paruh baya dimana aktivitas testosteron dan vesopresin secara perlahan berkurang. Disinilah disebutkan sebagai pria yang sudah mencapai puncak kematangan dengan memfokuskan diri untuk menjalani hubungan rumah tangga, mempertahankan karir hingga membesarkan anak dengan berkurangnya kegiatan seks.

Pada usia lanjut, testosteron dan vesopresin pada otak pria akan kembali berkurang dan estrogen terhadap testosteron meningkat. Dari keadaan tersebut, Oksitosin atau hormon yang ada pada sistem reproduksi atau juga hormon cinta wanita semakin meningkat.

Cara Kerja Hormon Pada Tubuh

Seperti apa yang telah dijelaskan diatas, hormon yang dianggap sebagai pembawa kimia serta fungsinya yang sangat penting bagi tubuh adalah alasan atas perubahan terhadap seseorang baik pria maupun wanita seperti perubahan makanan menjadi bahan bakar dan perubahan pubertas.

Otak yang memberikan sinyal ke seluruh tubuh dimana kelenjar yang memproduksi hormon akan dilepaskan langsung kedalam darah dimana kelenjar tersebut akan membentuk yang namanya sistem endokrin.

Kelenjar endokrin yang paling terkenal adalah testis dan juga ovarium. Pada lelaki, sperma yang berasal dari testis dan mengeluarkan testosteron disebut sebagai hormon seks lelaki. Dan wanita yang memiliki ovarium menghasilkan sel telur disebut sebagai hormon estrogen. Kedua hormon tersebutlah yang dianggap sebagai penentu karakteristik seperti masa otot dan bulu pada bagian wajah dan juga sebagai pengatur produksi sperma, menstruasi dan kehamilan. Tiroid, pankreas dan kelenjar adrenal adalah bagian lain dari Kelenjar endokrin.

Dikatakan, hormon yang telah beredar kedalam aliran darah tidak semuanya akan bereaksi. Melainkan hormon yang memiliki reseptor atau molekul protein akan menanggapi sinyal. Bagi hormon yang berhubungan dengan reseptornya akan memberikan respon biologis dalam sel. Tanpa adanya reseptor, tidak akan adanya sinyal yang diterima oleh hormon.

Hormon yang dianggap sebagai pengganggu bahan kimia atau pengganggu endokrin dikatakan akan melakukan tindakan pada setiap titik disemua jalur hormon dimana sebagian hormon akan mengikat reseptor atau molekul protein dengan mengirimkan sinyal yang bukan berasal dari otak. Lalu hormon lainnya akan melakukan tindakan dengan mencegah hormon alami mengikat reseptor.

Selain itu, jumlah hormon juga dapat diubah dari endokrin yang dihasilkan oleh tubuh. Ini adalah tindakan yang dapat memberikan efek seperti terganggunya pertumbuhan embrio serta perubahan pada orang dewasa.

Sekian penjelasan tersebut kami berikan untuk anda dan semoga apa yang dijelaskan dapat menambah wawasan. Selamat membaca dan sampai bertemu kembali dilain waktu.