Mengenal Lebih Dalam Tentang Kulit

929 0

Setiap manusia pasti ingin memiliki kulit yang mempesona terutama bagi wanita. Ketika sedang berbicara mengenai kulit manusia, apa yang anda ketahui tentangnya? Disini, ada banyak penjelasan mengenai kulit yang harus kita pelajari. Seperti apakah itu? Yuk langsung saja kita simak yang ada dibawah ini.

Penjelasan Mengenai Kulit

Kulit dapat diartikan sebagai bagian tubuh paling luar dan juga dikatakan sebagai pelindung atau yang menyelimuti seluruh bagian tubuh manusia. Dari total beban tubuh, kulit memiliki berat sekitar 7%. Kulit yang memiliki pori-pori berfungsi sebagai tempat keluarnya keringat. Kulit memiliki beberapa lapisan seperti lapisan kulit ari atau lapisan epidermis dan juga kulit jangat atau dermis. Berdasarkan lapisan kulit yang disebutkan tersebut, ada beberapa bagian kulit yang disebutkan disini.

Bagian-bagian kulit

Kulit memiliki beberapa bagian yang dapat dijelaskan seperti yang ada dibawah ini.

1. Lapisan Epidermis ( Lapisan Luar atau Kulit Ari )

Bagian lapisan kulit yang disebut sebagai lapisan epidermis adalah kulit yang terdiri dari empat lapisan jaringan epitel. Bagian lapisan ini dikatakan memiliki cirinya sendiri. Walaupun lapisan epidermis tidak memiliki pembuluh darah, akan tetapi lapisan epidermis mendapatkan nutrisi dari proses difusi. Lapisan epidermis dikatakan memiliki empat lapisan seperti:

  • Lapisan tanduk (Stratum Korneum). Lapisan tanduk yang dapat diartikan disini adalah lapisan kulit yang letaknya paling luar dari tubuh. Disebutkan disini, lapisan tanduk akan mengalami pengelupasan lapisan paling luar secara terus-menerus atau yang disebut sebagai proses deskuamasi. Lapisan tanduk yang juga tidak memiliki pembuluh darah dan pada saat proses pengelupasan terjadi tidak akan menimbulkan rasa sakit.
  • Lapisan malphigi (Stratum Granulosum). Ini merupakan lapisan kulit yang tersusun pada suatu sel hidup yang akan menerima nutrisi dari pembuluh darah kapiler pada lapisan dermis. Peran dari lapisan ini dapat memberikan warna pada kulit. Pewarnaan kulit memiliki zat yang utama disebut zat melanin. Setiap manusia memiliki kulit yang berbeda.
  • Lapisan spinosum (Stratus Spinosum). Bagian lapisan epidermis dianggap sebagai lapisan kulit yang tersusun dari berbagai sel dengan bentuk yang tidak beraturan dan memiliki kemampuan membelah diri. Fungsi dari lapisan tersebut dapat menjaga kekuatan serta kelenturan kulit.
  • Lapisan basal (Stratum Germinativum). Bagian dari lapisan epidermis ini merupakan lapisan kulit yang dapat membelah diri sehingga akan memperbaharui atau memperbaiki bagian epidermis yang rusak. Letak dari lapisan ini adalah yang paling bawah dari epidermis. Selain itu, lapisan basal juga memiliki kemampuan untuk membentuk kulit baru.

2. Lapisan dermis (kulit jangat)

Yang dimaksudkan sebagai lepisan dermis disini adalah lapisan kulit yang memiliki pembuluh darah, kelenjar minyak, kantung rambut, ujung saraf indra dan kelenjar keringat. Lapisan dermis yang memiliki pembuluh darah mampu menampung sebagian darah. Kulit dermis memiliki penyusun sebagai berikut.

  • Pembuluh darah. Ini merupakan pembuluh darah kapiler dengan fungsi memberi nutrisi dan oksigen untuk sel kulit dan rambut supaya tidak mengalami masalah seperti kerusakan atau mati. Lain dari itu, juga memiliki kemampuan untuk menjaga suhu tubuh.
  • Ujung Saraf Indra. Ini memiliki ujung saraf peraba dan perasa. Sesuai dengan namanya, ujung saraf perasa dapat merasakan sentuhan dan lain sebagainya. Dan ujung saraf perasa dikatakan dapat merasakan sesuatu yang kasar atau halus.
  • Kelenjar keringat. Ini adalah kelenjar yang memiliki sistem keringat yang mengandung atau menghasilkan air dan mineral lain. Keringat akan dikeluarkan melalui pori-pori.
  • Katung rambut. Ini merupakan bagian rambut yang terdiri dari akar dan juga batang rambut. Karena adanya nilai nutrisi ke akar rambut dari pembuluh kapiler sehingga rambut tumbuh. Pada akar rambut, ada otot yang bisa membuat rambut tegang saat berkontraksi dan didekatnya memiliki saraf perasa yang dapat merasakan saat rambut tercabut.
  • Kelenjar minyak. Ini adalah kelenjar yang letaknya pada seputaran batang rambut. Ini berfungsi sebagai penghasil minyak untuk menjaga keadaan rambut agar selalu sehat tidak kering.

3. Hipodermis ( jaringan ikat Bawah Kulit)

Hipodermis adalah salah-satu bagian kulit yang letaknya pada bagian bawah lapisan dermis. Ini juga merupakan tempat tersimpannya lemak tubuh yang sering disebut sebagai lapisan lemak bawah tubuh.

Jenis kulit

Kulit manusia memiliki berbagai macam jenis seperti uraian pada berikut ini.

  • Kulit Normal

Ini bisa disebutkan sebagai jenis kulit yang tidak terlalu kering atau berminyak, maka bisa disebutkan sebagai kulit normal. Jenis kulit yang satu ini juga memiliki ciri-ciri seperti:

  1. Tidak begitu sensitif
  2. Pori-pori kelihatan tidak terlalu jelas atau lebih kecil
  3. Kulitnya terlihat lebih bersinar
  4. Sedikitnya flek hitam
  • Kulit kering

Jenis kulit yang kedua adalah kulit kering. Ini merupakan jenis kulit yang tingkat kelembabannya sangat minim. Ini dapat diartikan sebagai kurangnya minyak kulit yang dapat menjaga atau melindungi kulit dari kekeringan. Jenis kulit ini memiliki ciri-ciri antara lain:

  1. Jenis kulit ini biasanya dengan pori-pori yang tidak kelihatan
  2. Kusam dan kasar pada permukaan kulit
  3. Bercak merah
  4. Tidak lentur
  5. Banyaknya garis-garis pada kulit

Kulit kering dapat dialami dari beberapa faktor yang salah-satunya kurangnya perawatan. Kulit kering dapat mengakibatkan seperti retak, mengelupas, terasa gatal, iritasi hingga terjadi peradangan. Ini dapat terjadi pada bagian tubuh seperti tangan, telapak kaki dan lain sebagainya.

  • Kulit berminyak

Mengapa disebutkan sebagai kulit berminyak? Ini dikarenakan berlebihnya minyak pada kulit seperti pada wajah. Kulit berminyak dikatakan bisa berasal dari keturunan atau pubertas yang produksi kelenjar minyak berlebihan. Ini juga dikarenakan stres dan masih banyak lagi.

  • Kulit sensitif

Tidak semua orang memiliki kulit yang sensitif. Apabila ini terjadi pada anda, sebaiknya lebih dulu mengetahui apa pemicu atau penyebab dari kulit sensitif. Walaupun penyebabnya bisa berbgai macam, tetapi pada umumnya terjadi karena produk perawatan kulit. Ciri-ciri kulit sensitif seperti kemerahan, gatal, panas seperti terbakar dan kering serta kusam.

Fungsi kulit

Dari jenis kulit yang telah dijelaskan diatas, kulit juga memiliki fungsi yang akan diuraikan seperti yang berikut ini.

  • Melindungi tubuh dari berbagai ancaman. Seperti apa yang telah dijelaskan diatas bahwa kulit merupakan salah-satu bagian tubuh yang terletak bagian tubuh yang paling luar. Dengan penjelasannya, kulit dapat melindungi dari berbagai macam yang dapat membahayakan kulit seperti paparan sinar matahari, benturan dan juga zat kimia.
  • Sebagai indra peraba. Kulit dikatakan memiliki banyak ujung saraf yang mampu merasakan suatu rangsangan dari tubuh seperti sentuhan, panas, dingin, nyeri dan lain sebagainya.
  • Sebagai alat eksresi. Kulit yang dapat mengeluarkan keringat dimana keringat disebut sebagai suatu cairan yang berasal dari sisa metabolisme yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Dalam sehari, 1 liter keringat akan keluar melalui pori-pori dari kulit.
  • Untuk mengatur suhu tubuh. Fungsi dari kulit dikatakan dapat menjaga atau mengatur suhu tubuh agar tidak terpengaruh oleh suhu lingkungan. Ini dilakukan dengan cara menyeimbangkan pengeluaran dan masukan panas tubuh. Tubuh manusia dengan suhu yang normal antara 36,6 – 37,2 derajat celcius.
  • Sebagai penyimpanan lemak. Selain itu, kulit juga memiliki fungsi sebagai tempat tersimpannya lemak. Lemak yang tersimpan tersebut akan digunakan jika diperlukan misalnya saat sedang membutuhkan energi, maka lemak dapat dijadikan sebagai sumber energi.
  • Tempat terbentuknya vitamin D. Kulit juga berfungsi sebagai tempat terbentuknya vitamin D. Ini dikarenakan kulit memiliki provitamin D dari makanan dan sinar ultraviolet yang diserap oleh kulit dan kemudian mengubahnya menjadi vitamin D.

Warna kulit

Berdasarkan apa yang kita ketahui, kulit memiliki berbagai macam warna seperti penjelasannya dibawah ini.

  • Kulit sawo matang

Secara umum warna kulit tergantung pada daerahnya. Warna kulit sawo matang yang paling banyak ditemukan pada daerah tropis di Asia yang termasuk didalamnya adalah Indonesia. Dalam keadaan warna kulit tersebut dan bagi yang memilikinya tidak percaya diri karena banyak yang mengganggap warna kulit yang cantik itu adalah putih. Sebaliknya ada juga yang merasa iri dengan adanya warna kulit sawo matang karena menganggapnya warna kulit yang eksotis.

Selain itu, bagi yang memiliki kulit sawo matang dikatakan lebih tahan lama atau awet muda karena adanya kandungan kolagen yang lebih banyak dibandingkan dengan kulit berwarna putih. Ini juga tinggi akan melanin yang bisa membuat kulit kebal atau tahan terhadap sinar matahari serta radikal bebas yang bisa menimbulkan kanker kulit.

  • Kulit kuning langsat

Warna kulit ini juga banyak dimiliki oleh banyak orang Indonesia. Ini ditandai dengan warnanya yang sedikit terang. Pigmen yang ada pada kulit kuning langsat adalah penyebab kulit tersebut terlihat cerah, segar dan tidak pucat atau berseri. Warna kulit tersebut memiliki kelebihan dimana dapat menggunakan berbagai macam warna kecantikan karena kecocokannya terhadap segala warna.

  • Kulit hitam

Warna kulit yang hitam ternyata bukanlah warna yang biasa, walaupun banyak yang minder karena warnanya, tetapi banyak yang tidak mengetahui bahwa kulit yang berwarna hitam bermanfaat bagi kesehatan. Dikatakan, kulit hitam mempunyai banyaknya pigmen melanin pada lapisan kulit epidermis. Pigmen melanin tersebutlah yang membuat warna kulit menjadi hitam. Ini artinya apabila pigmen melanin semakin banyak, maka kulit juga akan semakin terlindungi dari cahaya matahari.

  • Kulit putih

Tidak perlu ditanya lagi, ini merupakan jenis kulit yang paling banyak diinginkan oleh setiap orang terutama wanita. Warna kulit ini sama dengan warna kulit kuning langsat karena juga bisa dan cocok terhadap segala warna kecantikan lebih lagi penggunaan pakaian berwarna gelap akan membuat kulit yang putih semakin menonjol atau kontras.

Kelainan Pigmen Menyebabkan Kulit Berubah Warna

Warna pada kulit seseorang akan berubah warna berdasarkan jumlah pigmennya dalam tubuh. Akan tetapi, warna kulit juga dapat berubah karena terjadinya suatu kelainan pada pigmen sesuai dengan apa yang akan dijelaskan disini.

Pigmen yang dimaksudkan disini adalah suatu zat warna yang ada pada tubuh manusia. Walaupun warna kulit terdiri dari berbagai macam, yang harus diketahui disini adalah bahwa zat pigmen yang disebut melanin dapat mempengaruhi warna kulit manusia.

  • Melasma

Melasma merupakan masalah kulit dengan adanya bercak hitam pada pipi, dahi, hidung, dagu, leher dan tangan. Ini juga dapat muncul pada bagian tubuh yang sering terkena sinar matahari. Selain pria, ini sangat sering dialami oleh wanita. Jika seseorang mangalami masalah tersebut, disarankan agar kulit terhindar dari adanya sinar matahari.

  • Vitiligo

Ini adalah sebuah penyakit sebagai penyebab hilangnya warna kulit yang mengakibatkan adanya bercak putih pada kulit. Jenis penyakit kulit ini dapat terjadi karena kurangnya melanin. Biasanya, ini lebih dulu terkena pada tangan, lengan, kaki, wajah dan bibir. Ini memiliki tanda seperti adanya uban pada rambut, bulu mata, alis jenggot dan lain sebagainya.

  • Albinisme

Ini disebut sebagai kelainan genetik akibat dari adanya mutasi atau perpindahan gen yang bisa mengakibatkan penghambatan sel yang menghasilkan melanin. Ini dapat menimbulkan masalah pada kulit, rambut atau menimbulkan masalah yang bisa mengakibatkan menjadi tak berwarna.

Gangguan dan kelainan kulit

Pada setiap kulit manusia pasti sering mengalami gangguan atau kelainan pada kulit seperti yang tertulis dibawah ini.

1. Urtikaria. Ini dikenal sebagai suatu penyakit hives, gatal-gatal, kaligata atau biduran. Ini merupakan kelainan kulit yang dapat disebabkan dari barbagai macam seperti reaksi alergi yang meghasilkan kulit kemerahan. Dan juga dari sengatan tawon atau juga terkena duri tanaman dan lain sebagainya.

2. Papula. Ini adalah masalah kulit dengan benjolan bagian atas kulit.

3. Asbes atau nanah. Ini merupakan nanah dari bagian sel darah putih yang telah mati karena adanya proses infeksi dari pengaruh bakteri atau parasit. Gangguan ini disebabkan dari adanya proses perlindungan jaringan sebagai pencegahan penyebaran infeksi pada bagian tubuh yang lain.

4. Kista. Ini adalah suatu benjolan yang juga dapat disebut sebagai tumor jinak yang berisi cairan kental. Disisi lain, ini juga bisa dikatakan sebagai kulit mati.

5. Plak. Ini adalah kelainan kulit yang hampir sama persis dengan papula. Plak bisa dikatakan berasal dari adanya papula.

Dengan apa yang dijelaskan diatas, semoga saja sangat bermanfaat untuk anda. Sampai disini saja artikel ini kami berikan, selamat membaca dan sampai jumpa lagi.