Penjelasan Lengkap Mengenai Cairan Ketuban

659 0

Pada setiap ibu hamil, janin yang ada dalam kandungan pastilah terbungkus atau berada dalam sebuah kantung yang disebut dengan Ketuban. Lalu, apa yang dimaksudkan dengan ketuban? Ketuban yang dimaksudkan disini adalah cairan yang bisa disebutkan sebagau amnion dimana cairan tersebut berasal dari selaput ketuban. Ketuban juga bisa berasal dari urin bayi dan juga dapat berasal dari cairan otak di anensefalus.

Apa Itu Air Ketuban

Pada dasarnya cairan amnion atau yang disebut dengan ketuban dikatakan berasal dari ultrafiltrasi plasma maternal dan juga cairan ekstraseluler kulit janin. Singkatnya, cairan ketuban atau amnion dikatakan diproduksi dari sel-sel trofoblas atau sel darah ibu dan juga cairan janin seperti air urin.

Pada saat kehamilan yang sudah berusia 12 minggu, urin dihasilkan oleh ginjal dan janin akan meminum cairan ketuban hingga kembali mengeluarkannya hingga menjadi air urin. Setelah memasuki minggu ke-20 lapisan tanduk akan menutupi kulit janin.

Sel trofoblas pada ibu hamil dikatakan merupakan sel telur yang letaknya pada bagian luar yang tidak berkembang menjadi janin. Pada saat terjadinya pembuahan, tidak semua sel telur menjadi janin, melainkan hanya satu sel telur saja dan yang lainnya menjadi sel trofoblas.

Peran cairan ketuban pada ibu yang sedang hamil sangat berpengaruh pada pertumbuhan janin karena sangat kaya akan kandungan epidermal growht factor (EGF), dan EGF like growht factor , seperti transforming growht factor alfa. Pada saat kandungan tersebut dikonsumsi oleh janin, maka sistem gastrointestinal dan paru janin akan meningkat.

Fungsi dari air ketuban

Cairan ketuban pada ibu hamil berfungsi sebagai berikut.

  • Fungsi pertama dari cairan ketuban adalah memberikan perkembangan janin dalam kandungan. Ini dianggap sebagai pembungkus janin supaya janin tidak tidak terganggu dari dampak yang berasal dari luar seperti bakteri dan lain sebagainya.
  • Ketuban juga dapat mencegah janin dari segala macam infeksi.
  • Bisa menjaga kestabilan suhu janin pada rahim. Inilah sebabnya mengapa kalau ketuban yang pecah dan dengan segera janin harus segera dikeluarkan sebeb bisa mengakibatkan janin mengalami kematian dikarenakan suhu yang tidak stabil.
  • Bisa membebaskan janin untuk bergerak. Inilah mengapa sebabnya janin dalam kandungan bergerak dengan sangat bebas dan bisa berpindah posisi. Cairan ketuban yang terlalu banyak juga dapat membahayakan janin yang bisa membuat perubahan posisi pada janin saat hendak ingin melahirkan dan inilah yang menyebabkan kelahiran bayi sungsang.
  • Fungsi dari ketuban yang selanjutnya adalah menjaga perkembangan paru-paru janin dengan sangat baik. Pada saat ketuban pecah sebelum waktunya, maka akan mengakibatkan bayi lahir prematur sehingga mengakibatkan perkembangan paru-parunya tidak sempurna.
  • Ketuban dikatakan dapat membantu bertumbuhnya tulang pada janin. Saat janin bergerak bebas, perkembangan tulang bisa sempurna.
  • Membantu perkembangan membran pada telinga. Ini dikatakan bermanfaat dimana janin akan memiliki pendengaran yang baik. Membran bisa merespon bunyi dari luar dan mengirimkannya pada telinga janin.

Ciri-ciri cairan ketuban

Cairan ketuban memiliki beberapa ciri yang ada pada berikut ini.

  • Warna. Seperti apa yang telah dijelaskan sebelumnya, air ketuban yang juga berasal dari urin janin memiliki perbedaan dalam hal warna. Urin janin memiliki warna yang kekuningan serta bening dan ketuban dengan warna yang sedikit keruh. Air ketuban bisanya akan keluar yang didalamnya terdapat beberapa helai rambut janin serta lamak yang ada pada kulit janin.
  • Bau. Ketuban memiliki aroma atau bau yang berbeda dengan urin. Bau pada ketuban dikatakan sedikit amis dan berbau pesing pada urin.
  • Tidak disadari. Bagi ibu yang sedang hamil dan tiba waktunya akan melahirkan, pastinya cairan ketuban akan pecah dan ini tidak dapat ditahan. Cairan ketuban akan keluar tanpa disadari.
  • Kertas lakmus. Jangan salah sangka dulu dengan kertas yang satu ini, kertas tersebut bisa membedakan cairan ketuban atau bukan. Ini dapat dilakukan dengan menempelkan cairan yang keluar menggunakan kertas lakmus, apabila kertas tersebut berubah warna maka itu adalah cairan ketuban. Apabila tidak berubah warna sama-sekali, maka itu bukanlah cairan ketuban.

Penyebab Dan Akibat Ketuban Pecah Dini

Pada setiap ibu hamil, sangat sering sekali terjadi ketuban pecah sebelum waktunya. Dari keadaan tersebut, apakah penyebab dan apa akibatnya? Berikut jawabannya.

A. Penyebab ketuban pecah dini

  • Ini bisa disebabkan dari adanya infeksi rahim, leher rahim atau vagina dan ini adalah masalah umum.
  • Ketuban yang pecah sebelum waktunya juga bisa disebabkan terjadinya benturan dikarenakan beberapa hal seperti kecelakaan dan lain sebagainya.
  • Terlalu kendur atau melarnya rahim dan kantung ketuban juga bisa dijadikan penyebab ketuban pecah dini. Ini bisa diakibatkan lebih dari satu jumlah janin dalam kandungan atau sangat banyaknya cairan ketuban.
  • Ibu yang merokok saat hamil juga bisa menyebabkan cairan ketuban pecah dini.
  • Terjadinya pendarahan selama kehamilan.
  • Tidak terkontrolnya tekanan darah.

B. Komplikasi atau akibat ketuban pecah dini

  • Ketuban yang pecah sebelum waktunya dapat mengakibatkan bayi lahir prematur.
  • Ini bisa mengakibatkan plasenta tidak semuanya keluar dari rahim yang bisa berdampak perdarahan postpartum primer dan sekunder.
  • Pecahnya ketuban sebelum waktunya tiba bisa mengakibatkan janin mengalami kematian.
  • Bisa menyebabkan lepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum terjadinya proses persalinan.
  • Putusnya tali pusat pada janin.
  • Pecahnya ketuban dapat menyebabkan perkembangan kuman dalam kantung ketuban sehingga bisa menginfeksi rahim. Dalam kondisi tersebut, dapat mengakibatkan naiknya suhu tubuh, terajdinya keputihan yang tidak biasa, bau vagina yang tak sedap, cepatnya denyut nadi, bagian bawah perut terasa nyeri dan cepatnya detak jantung pada bayi.
  • Jika cairan ketuban habis, bayi akan terjepit oleh tali pusar dimana kondisi terebut bisa mengakibatkan cedera otak hingga kematian.
  • Ini bisa menghambat perkembangan paru-paru janin karena ketuban sangat penting dalam membentuk jaringan paru-paru.
  • Apabila usia kehamilan sudah memasuki 18 dan 22-23 minggu dan pada masa tersebut mengalami ketuban pecah, ini tidak memungkinkan dalam pembentukan jaringan paru-paru dan juga bisa menghambat perkembangan pada organ janin lainnya.

Hal Yang Harus Diperhatikan Agar Ketuban Tidak Pecah Dini

Khusus bagi ibu yang sedang hamil. Apabila mengalami hal tersebut, apa yang dapat dilakukan? Sebaiknya pelajari saja beberapa hal yang ada dibawah ini.

1. Jaga kesehatan ibu hamil

Penting kiranya bagi anda yang sedang hamil untuk menjaga pada masa kehamilan. Pada saat kondisi ibu hamil yang tidak stabil dapat memicu ketuban pecah sebelum waktunya tiba.

2. Kontrol selalu ke dokter

Bagi anda yang sedang hamil, sebaiknya sering meluangkan waktu anda untuk memeriksakan diri pada dokter spesialis. Anda yang rajin berkonsultasi dengan dokter mengenai kehamilan, maka kondisi kehamilan akan selalu terjaga.

3. Perbanyak konsumsi vitamin C

Sangat banyak sekali makanan yang mengandung Vitamin C. Seperti yang kita ketahui, khasiat dari Vitamin C sangat banyak terutama bagi ibu hamil. Pada ibu hamil yang cukup akan konsumsi Vitamin C, dikatakan dapat memperkuat membran sehingga sangat minim pada resiko ketuban pecah.

4. Hindari merokok atau terpapar asap rokok

Bagi anda yang merokok, asap rokok atau penggunananya sangat tidak baik khususnya bagi anda yang sedang hamil. Merokok atau terpapar dengan asap rokok, bisa mempengaruhi ibu dan juga janin. Jadi, hindarilah sebelum terjadi yang tidak diinginkan.

5. Perbanyak makan sayuran hijau

Agar kehamilan dalam kondisi tetap sehat, sangat penting untuk mengkonsumsi banyak sayuran. Sangat banyak sekali sayuran yang kaya akan kandungan zat besi. Zat besi dikatakan dapat menguatkan kandungan terutama ibu dan janin.

6. Makan buah-buahan

Tidak hanya dianjurkan memakan sayuran, tetapi juga penting untuk mengkonsumsi buah-buahan. Kandungan buah yang sangat bermanfaat bisa menguatkan keadaan atau kondisi ibu dan janin.

7. Konsumsi protein

Sangat banyak sekali yang dibutuhkan oleh tubuh manusia agar tetap sehat yang diantaranya adalah Protein. Telur dan ikan adalah sumber protein yang mudah didapatkan. Tidak hanya secara umum, khususnya protein sangat bermanfaat untuk perkembangan otak janin serta menjaga keutuhan ketuban.

8. Makan kacang hijau

Tidak hanya sayuran saja yang banyak mengandung zat besi, zat besi juga bisa didapatkan dari kacang hijau. Untuk ibu yang sedang hamil, jangan berpikir dua kali dalam mengkonsumsi kacang hijau karena sangat berguna bagi anda dan janin terlebih lagi menguatkan kandungan anda.

9. Istirahat yang cukup

Bagi ibu yang sedang hamil, dianjurkan melakukan kegiatan yang tidak beresiko terhadap kehamilan. Dibalik aktivitas anda sehari-hari, jangan lupa rehat yang cukup demi menjaga kandungan. Ibu hamil dengan aktivitas yang berlebihan tanpa disertai dengan istirahat yang cukup bisa membahayakan kandungan, terutama bisa mengakibatkan bocornya ketuban.

10. Minum susu

Selain dianjurkan mengkonsumsi buah, sayur dan juga yang lainnya, sebaiknya juga disertai dengan mengkonsumsi susu khusus untuk ibu hamil. Ini sangat berguna sekali bagi kesehatan ibu, janin dan juga ketuban.

Tanda Air Ketuban Pecah Yang Dapat Dikenali

Dari mana anda dapat mengetahui bahwa air ketuban sudah pecah? Berikut ini tanda yang penting untuk anda ketahui.

  • Air ketuban yang menetes

Cairan ketuban yang keluar biasanya tidak sekaligus melainkan perlahan-lahan. Cairan ketuban yang keluar secara perlahan dikatakan terasa hangat jika mengenai kulit.

  • Seperti meletup

Pada saat cairan ketuban pecah, ada sensai atau seperti letupan sehingga menghasilkan semburan.

  • Rasanya melegakan

Saat pecahnya cairan ketuban, biasanya yang dirasakan oleh ibu hamil dimana hilangnya ketegangan atau merasakan hal yang tidak biasa atau lega.

  • Pecah saat tidur

Sebagian ibu hamil saat tidur akan terbagun karena cairan ketuban yang keluar seperti pengeluaran cairan Mens.

Mengenal Kondisi Air Ketuban Tidak Normal

Ibu hamil yang mungkin terkadang khawair terhadap kondisi ketuban tidak normal dapat dikenali seperti yang tertulis dibawah ini.

1. Air ketuban terlalu banyak

Dalam medis, ini disebut sebagai polihidramnion. Walaupun penyebabnya belum bisa dipastikan, akan tetapi ada beberapa hal yang sangat berkaitan dengan masalah tersebut yaitu:

  • Memiliki diabetes saat masa kehamilan.
  • Hasil kandungan kembar.
  • Bertumbuhnya pembuluh darah dengan tidak normal pada plasenta.
  • Janin mengalami hambatan usus sehingga air ketuban tidak dapat diserap.
  • Janin mengalami masalah genetika

2. Air ketuban terlalu dedikit

Cairan ketuban yang dikatakan tidak normal bisa dikatakan dimana air ketuban selama masa kehamilan terlalu sedikit. Ini sangat sering sekali terjadi pada usia muda atau pada awal masa kehamilan. Ini bisa diakibatkan dari lambatnya pertumbuhan janin. Apabial ini terjadi pada usia kehamilan yang sudah tua, kemungkinan bisa mengalami masalah atau kegagalan plasenta. Secara medis cairan ketuban yang terlalu sedikit disebut sebagai oligohidramnion yang bisa saja diakibatkan dari yang berikut ini.

  • Tekanan darah tinggi kronis pada masa kehamilan.
  • Adanya konsumsi obat-obatan yang tak dianjurkan.
  • Dinding rahim terpisah dari Plasenta.
  • Pecahnya selaput ketuban.
  • Janin mengalami masalah seperti kelainan genetik, terhambatnya pertumbuhan janin dan lain sebagainya.

3. Ketuban pecah dini

Pada ibu hamil, ada saja masalah yang dapat dialami seperti pecahnya ketuban sebelum waktunya. Walaupun penyebabnya masih belum jelas, akan tetapi yang berikit ini diyakini sebagai penyebab ketuban pecah dini.

  • Merokok Pada saat hamil.
  • Adanya masalah terhadap vagina, rahim atau leher rahim.
  • Pernah melakukan pengoperasaian terhadap leher rahim.
  • Sudah pernah terjadi pada kehamilan yang sebelumnya.

4. Air ketuban berwarna tidak normal

Apabila sudah waktunya tiba untuk melahirkan, dengan sendinya katuban akan pecah. Untuk mengetahui kenormalan warna air ketuban dan biasanya warna yang dianggap normal putih keruh hingga berwarna kekuningan.

Jika cairan ketuban yang dikeluarkan selian dari warna yang disebutkan diatas, jangan segan untuk memberitahukannya pada petugas medis. Cairan ketuban yang dianggap tidak normal sering berwarna kehijauan yang dikarenakan bayi yang membuang air besar. Selain itu, tanda cairan ketuban tidak normal juga dapat ditandai dengan aroma busuk yang dikarenakan rahim mengalami infeksi. Cairan ketuban yang telah tercampur dengan banyak darah dikarenakan akibat dari gangguan plasenta.

Dampak Kekurangan Dan Kelebihan Cairan Ketuban

Bagi setiap ibu yang sedang hamil, kondisi cairan ketuban bisa saja berbeda-beda seperti kurang dan berlebihan cairan ketuban. Dari keadaan tersebut, masing-masningnya memiliki dampak seperti:

A. Dampak kekurangan air ketuban (Oligohidramnion)

  • Janin kesempitan

Kurangnya cairan ketuban bisa menggawatkan janin yang dapat membatasi pergerakan janin dalam kandungan.

  • Amniotic band

Ini disebut sebagai benang atau serat amnion. Apabila benang tersebut terbentuk, maka janin akan mengalami kecacatan seperti anggota tubuhnya terjepit oleh benang.

  • Kematian janin

Hal yang paling parah kekurangan cairan ketuban pada kehamilan tidak hanya mengalami cacat atau lain sebagainya, tapi juga janin bisa mengalami kematian.

  • Masalah nafas

Apabila bayi sudah lahir dalam keadaan cairan ketuban yang sedikit, bisa mengakibatkan pernafasannya tidak teratur.

B. Dampak kelebihan air ketuban (Poligohidramnion)

  • Dinding perut menipis

Cairan ketuban yang berlebihan bisa mengakibatkan penipisan pada dinding perut. Jadi, anda jangan heran apabila bisa melihat pembuluh darah dengan jelas. Jika diukur setiap hari, hasilnya pasti akan berbeda-beda karena pekembangannya sangat cepat.

  • Peregangan rahim

Semakin banyaknya cairan ketuban, maka rahim akan mengalami peregangan.

  • Sesak nafas akut

Ketuban yang sangat banyak dipenuhi cairan seperti didalamnya memiliki dua janin atau kembar bisa mengalami gangguan pernafasan, berlebihan berat badan serta pembengkakan pada seluruh tubuh.

  • Letak janin tidak normal

Kelebihan cairan ketuban dikatakan dapat mengalami masalah paada janin seperti letaknya yang tidak normal. Ini biasa mempengaruhi saat melakukan pemeriksaan USG sehingga sulit mendengar detak jantung janin.

  • Kontraksi dini

Cairan ketuban yang sangat banyak dapat memberikan tekanan pada dinding rahim sehingga akan mengalami kebocoran sebelum waktunya.

  • Komplikasi persalinan

Cairan ketuban yang berlebih juga bisa mengakibatkan perdarahan. Selain itu, bisa membuat plasenta terlepas dari tempatnya.

  • Operasi Caesar

Janin yang posisinya tidak normal dikarenakan berlebihan cairan ketuban bisa memberikan resiko pada ibu hamil dengan melakukan kelahiran Caesar.

Cairan amnion atau yang disebut dengan ketuban dikatakan berasal dari ultrafiltrasi plasma maternal dan juga cairan ekstraseluler kulit janin. Singkatnya, cairan ketuban atau amnion dikatakan diproduksi dari sel-sel trofoblas atau sel darah ibu dan juga cairan janin seperti air urin.

Hanya ini yang dapat kami berikan untuk anda mengenai ketuban. Semoga saja apa yang kami berikan tersebut dapat bermakna dan mambuat anda terkesan. Selamat membaca dan sampai jumpa.